Berita

Net

Nusantara

Pegawai PT Pos Tuntut Pembagian Laba

SENIN, 25 JUNI 2018 | 17:17 WIB | LAPORAN:

Ratusan pegawai PT Pos Indonesia menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pusat PT Pos, Pasar Baru, Jakarta, Senin (25/6).

Mereka menuntut direksi perusahaan membagi keuntungan kepada para pekerja.

Bersama Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), mereka menuntut hak-hak pekerja PT Pos Indonesia serta pembayaran jasa produksi tahun 2017 sesuai perjanjian kerja bersama (PKB) perusahaan.


Ketua DPC Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) Jakarta Pusat Suryadi menjelaskan, para pekerja menuntut perusahaan untuk mencabut surat direksi nomor 657 terkait pembagian laba PT Pos Indonesia tahun 2017 sebesar Rp 355 miliar yang tidak melibatkan pekerja. Hal itu bertolak belakang dengan PKB perusahaan.

"Yang kami lakukan ini hak kesejahteraan karyawan dan keluarga. Kami di sini menolak surat direksi nomor 657 yang menolak pembagian laba kepada kami. Berbeda PKB, perusahaan bila untung atau laba diberikan (kepada pekerja)," ujarnya.

Menurut Suryadi, unjuk rasa yang digelar merupakan peringatan bagi direksi PT Pos Indonesia. Jika tidak digubris maka para pekerja akan melakukan aksi mogok nasional.

"Ini merupakan pra aksi mogok kerja jika tuntutan tidak tercapai. Ini adalah pra aksi bentuk kebersamaan kami yang harus kami lakukan. Jika di perundingan tidak dilakukan mengenai hal itu, kami siapkan mogok kerja. Kami kerahkan semua untuk mogok kerja nasional," paparnya. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya