Berita

Menteri Pertanian mencoba alat pertanian

Nusantara

Pertanian Indonesia Tak Akan Bisa Bersaing Tanpa Teknologi

SENIN, 25 JUNI 2018 | 10:00 WIB | LAPORAN:

Teknologi pertanian penting agar komoditas pangan Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Hal itu dikatakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, saat menghadiri acara Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke-18 di Makassar, Minggu (24/6).

“Indonesia tidak akan bersaing disektor pertanian dengan negara lain jika tanpa teknologi,” ujarnya.


Agar mampu bersaing dengan negara lain, lanjutnya, Kementan merevisi Peraturan Presiden 172/2014 yang menyebutkan bahwa tender alat mesin pertanian diubah menjadi penunjukan langsung. Selain itu juga disebutkan tentang memfokuskan kembali anggaran tahun 2015 -2017 sebanyak Rp 12,2 triliun.

“Di sana juga tercantum mengenai bantuan benih tidak dieksisting, melakukan inovasi, deregulasi perizinan dan investasi, pengendalian impor pangan, sapu bersih pungli di lingkungan kementerian hingga lelang jabatan yang transparan,” jelasnya.

Kata Amran, kebijakan dan terobosan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045. Nantinya Indonesia menjadi pemain utama pangan dunia.

Meski demikian, masih kata Amran, upaya mewujudkan kedaulatan pangan ini selalu dihalangi oleh importir nakal yang ingin mengeruk keuntungan sebesar besarnya dengan jalan ilegal, di antaranya mengimpor bawang bombai mini yang dijual sebagai bawang merah sehinga terjadi disparitas harga yang sangat besar.

“Namun hal itu telah diselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Amran juga mengaku menyusun aturan lain agar disparitas harga tidak menyulitkan masyarakat. Di antaranya dengan menetapkan bea masuk bawang putih sebesar 5 persen, sedangkan bawang merah sebesar 20 persen. Dari hasil ilegal ini disinyalir importir nakal meraih keuntungan sebesar Rp 1,24 triliun. Apabila bawang bombai mini yang diakui sebagai bawang merah penetrasi ke pasar bawang merah lokal maka akan ada keuntungan tambahan sebesar Rp 455 miliar.

"Saat ini saya sudah nyatakan perang terhadap mafia pangan,” ucap Amran.

Amran menegaskan tindakan mafia pangan hanya menyengsarakan petani dan masyarakat. Hingga saat ini tercatat 782 kasus kejahatan pangan yang ditindak satgas pangan Polri.

“Meliputi 21 kasus hortikultura, 12 kasus pupuk, 66 kasus beras, 27 kasus ternak dan 247 kasus kejahatan pangan lainnya dengan tersangka sebanyak 409 orang,” beber Amran.

Dalam kesempatan sama, Ketua DPD RI, Oesman Sapta, berharap semangat bugis Makassar bisa membangun pertanian Indonesia kedepan lebih maju, berdaulat dan mensejahterakan petani. Oesman pun mengapresiasi kinerja Kementan dalam menolak impor pangan pokok.

“Kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kita mengharapkan di masa mendatang tidak ada lagi impor produk-produk pertanian. Harus berani ketika berpihak kepada kepentingan mensejahterakan petani,” pungkas Oesman. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya