Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Lebaran Usai, Pengunjung Antre Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Di Pospol CFD

MINGGU, 24 JUNI 2018 | 10:01 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pelayanan Samsat bersama Tim Gabungan Badan Pajak dan Retribusi Daerah Jakarta Selatan ramai dikepung pengunjung Car Free Day (CFD), usai jatuh tempo pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) selama libur lebaran Idul Fitri 2018 kemarin berakhir.

Seperti diketahui, untuk PKB yang jatuh temponya pada libur lebaran yaitu 11 Juni sampai 20 Juni 2018 tersebut, diberikan dispensasi waktu hanya satu hari yaitu sampai 21 Juni 2018 saja.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Unit PKB Jakarta Selatan, Khairil Anwar bahwa pembayaran PKB hari ini, Minggu (24/6) sudah dikenai denda sebesar 2 persen per bulannya.


"Jadi gini dari tanggal 11-20 Juni 2018 itu kan memang kan libur nasional, jadi di Pergub kita itu dikatakan bahwa apabila libur maka satu hari kemudian itu masih dibebaskan gitu, tapi kalau hari keduanya itu kena denda, begitupun yang bayar PKB hari ini sudah pasti kena denda sebesar 2% per bulannya,," ujar Khairil Anwar di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (24/6).

Ia menambahkan, jumlah pengunjung yang membayar PKB hari ini cukup banyak bila dibandingkan rata-rata mingguannya.

"Yang terdaftar sampai pukul 08.00 pagi tadi saja sudah mencapai 65 orang dan sampai pukul 11.00 siang nanti terus kita layani, biasanya per minggunya itu hanya mencapai 80-150 orang yang datang untuk bayar PKB di CFD ini, jadi keliatan ya pengunjung cukup antusias," paparnya.

Pembayaran PKB di CFD sendiri dilakukan secara bergilir per daerah di Jakarta, untuk Minggu ini menurut keterangan Khairil khusus untuk pengunjung Jakarta Selatan, Minggu depan dilanjutkan untuk pengunjung Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat.

"Jadi memang untuk CFD itu kita adakan setiap hari Minggu, bergantian setiap minggu itu wilayahnya, sekarang Jakarta Selatan, minggu depan Jakarta Timur, terus Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, nanti kembali lagi ke Jakarta Selatan lagi," pungkasnya. [fiq]

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya