Berita

Net

Nusantara

Penilaian PPP, Mudik Tahun Ini Lebih Baik

MINGGU, 24 JUNI 2018 | 02:07 WIB | LAPORAN:

Penyelenggaraan dan pelayanan mudik Lebaran tahun ini menjadi perdebatan panjang. Salah satunya karena ada tudingan dari pentolan Partai Gerindra Habiburokhman yang menyebut mudik seperti neraka karena mobilnya terjebak macet di Pelabuhan Merak, Banten.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iskandar Syaichu tampil bicara. Dalam pandangan anggota Komisi VI DPR itu, pelayanan mudik 2018 sudah lebih baik.

"Lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Baik untuk layanan darat, laut maupun udara," katanya kepada wartawan, Sabtu (23/6).


Di jalur darat, lanjut Iskandar, pemerintah mempersiapkan infrastruktur dengan lebih bagus. Tidak terdengar keluhan tentang jalan rusak yang mengganggu para pemudik. Pemerintah juga membuka beberapa ruas tol secara fungsional sehingga mampu mamperlancar lalulintas dan mempercepat waktu tempuh para pemudik sampai ke kampung halaman.

"Kesiapan jalan lebih bagus dari tahun 2017. Apalagi ditunjang beberapa ruas tol baru di Jawa Tengah," tuturnya.

Sebelumnya, sempat ada kekhawatiran terjadi macet parah akibat ada pembangunan jalan tol layang dan jalur LRT di ruas Tol Cikampek. Namun, hal tersebut dapat diantisipasi dengan menghentikan sementara pembangunan selama musim mudik dan arus balik.

"Saya apresiasi juga pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang menghentikan operasional alat berat konstruksi pembangunan jalan untuk sementara waktu. Ini untuk menghindari kemacetan," jelas Iskandar.

Terkait tudingan Habiburokhman, dia tidak mau mengomentari panjang. Menuruutnya, yang namanya musim mudik pasti ada peningkatan volume kendaraan di jalan maupun pelabuhan.

"Tapi tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu," imbuh Iskandar. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya