Berita

Foto: Ist

Nusantara

Forwaki: Warga Jateng Jangan Pilih Cagub Korup

JUMAT, 22 JUNI 2018 | 17:59 WIB | LAPORAN:

Forum Warga Anti Korupsi (Forwaki) mengajak warga untuk tidak memilih calon gubernur Jawa Tengah yang terindikasi korupsi dalam Pilkada 2018.

Ajakan tersebut diserukan dalam aksi damai dan teatrikal (happening art) di Bundaran Gladak, Kota Solo, Jateng (Jumat, 22/6).

Koordinator aksi Forwaki, Ahmad Farid Umar Assegaf menjelaskan, demi menghasilkan pemimpin baru di Jateng yang bersih, warga harus menggunakan hak pilihnya.


"Jangan sampai golput di pilkada sekarang, juga di Pilpres 2019 mendatang. Pilihlah pemimpin yang amanah dan tidak berperilaku korup," jelas dia sebagaimana disebutkan dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, beberapa saat tadi.

Aksi teatrikal ini dilakukan dengan memakai kostum pocong putih. Selain teater, massa aksi juga menebarkan berbagai spanduk dan poster yang bertuliskan: Jangan Pilih Gubernur Koruptor, Gubernur Harus Bebas Korupsi, KPK Tangkap Koruptor, Korupsi Sama Dengan Memiskinkan Rakyat, Jateng Bebas Korupsi serta berbagai atribut demonstrasi lainnya.

Dalam kesempatan itu, Farid juga mendesak  aparat birokrasi dan TNI/ Polri untuk netral dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon.

Menurut dia, hal itupenting agar Pilkada Jateng menghasilkan pemimpin yang memenuhi rasa keadilan rakyat.

"Forwaki yakin bahwa warga Jateng telah mengetahui tentang keterlibatan elit Jateng dalam skandal megakorupsi KTP Elektronik (EKTP) yang merugikan triliunan uang negara, sehingga pada hari Rabu mendatang takkan memilih Cagub Jateng yang terindikasi korupsi EKTP dan memiliki rekam jejak tak baik," jelas Farid.

Dia juga meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam penanganan kasus yang sudah memidanakan Setya Novanto itu.

"KPK usut tuntas dan tangkap para pelaku korupsi EKTP. Jangan takut dan ragu karena korupsi musuh rakyat. Ayo warga Jateng, jangan pilih gubernur koruptor!" demikian Farid. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya