Berita

Lionel Messi/Net

Olahraga

Ayo Messi, Jangan Mati Kutu Lagi!

Argentina Vs Kroasia
KAMIS, 21 JUNI 2018 | 10:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai kedua Argentina melawan Kroasia di Piala Dunia 2018 akan menjadi ajang pembuktian ketajaman Lionel Messi. Maklum, di laga pertama Messi tidak berkutik. Bintang Barcelona itu bahkan gagal menjebol gawang lawan melalui titik putih saat melawan Islandia di pertandingan pertama Grup D.

Dalam pertandingan yang akan digelar di Stadion Nizhny Novgorod Jumat 01.00 dinihari nanti, La Pulga dituntut untuk tampil ciamik. Terlebih, di laga kemarin, Cristiano Ronaldo, sosok yang selalu dibanding-bandingkan dengan Messi, kembali mencetak gol dan membawa Portugal menaklukkan Maroko. Saat ini, Ronaldo sudah mencetak empat gol. Sedangkan Messi, satu gol pun belum. Makanya, dia harus mampu keluar dari kepungan back lawan dan membuktikan ketajamannya seperti yang dilakukan di Barcelona.

Kemenangan bagi Messi dan Argentina sangat penting demi lolos ke fase 16 besar. Namun, Kroasia tentu bukan lawan mudah. Saat ini, Kroasia memimpin klasemen Grup D setelah menang 2-0 lawan Nigeria di pertandingan perdana.


Seperti di pertandingan sebelumnya, pelatih Argentika Jorge Sampaoli akan menandemkan Messi dengan dengan Sergio Aguero dan Maximiliano Meza dilini depan. Sampaoli masih percaya, formasi tersebut adalah jurus utama untuk menang. "Kami tahu bahwa kami memiliki apa yang dibutuhkan untuk sukses," katanya.

Namun untuk lini tengah, juru taktik berkepala pelontos ini melakukan perombakan. Dia akan memasang Marcos Acuna dan Cristian Pavon. Kedua pemain ini menggantikan Lucas Biglia dan Angel Di Maria. Sedangkan Javier Mascherano tetap akan diturunkan sejak menit pertama. Eduardo Salvio akan dimainkan sebagai wing back kanan.

Di lini belakang juga ada sedikit perubahan. Gabriel Mercado, Nicolas Otamendi, dan Nicolas Tagliafico akan menjadi benteng terakhir. Mercado diplot menggantikan Marcos Rojo yang tampil mengecewakan melawan Islandia.

Dari pihak Kroasia, rupanya sudah menyusun strategi buat mematikan Messi. Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengaku akan mengorek informasi dari Ivan Rakitic, gelandang Kroasia yang setim dengan Messi di Barcelona, untuk mencari kelemahan sang mega bintang. "Saya akan menggunakan semua informasi yang saya bisa dapatkan," katanya.

Dalic mengakui kualitas Messi. Namun, dia yakin, dengan kerja tim, Kroasia bisa mematikan Messi dan mengalahkan Argentina. "Tidak ada cara sempurna untuk menghentikan Lionel Messi. Dia adalah pemain terhebat di dunia. Satu pemain hebat dapat membuat hasil yang bagus, tapi tim yang hebat melakukan pekerjaannya dengan jauh lebih baik. Kami akan melangkah ke pertandingan sedikit lebih rileks dari mereka," katanya.

Bekas gelandang Kroasia ini mengaku tak gerogi sedikit pun dalam menghadapi laga nanti. Dia bahkan menanti duel timnya dengan Argentina. Sejak undian grup, Argentina menjadi tim yang paling diperhatikannya. Sebab, melawan tim bertabur bintang merupakan kebanggan baginya.

"Ini akan menjadi sebuah suka cita untuk bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia. Kami akan menghormati semua lawan kami, terutama Argentina," tandasnya.

Kroasia juga punya modal besar untuk memenangkan pertandingan itu. Banyak nama besar di tim ini. Selain Rakitic, mereka juga memiliki Luka Modric dan Mario Madzukic. Modric merupakan gelandang andalan Real Madrid dan Madzukic adalah striket utama Juventus.

Gelandang Kroasia Mateo Kovacic juga yakin timnya bakal menang. Pasalnya, Argentina sangat bergantung pada Messi. Hal itu terlihat dari pola pemainnya yang selalu memberikan bola hanya pada Messi. Dia pun menyebut, secara keseluruhan, para pemaikan Kroasia lebih baik dibanding pemain Argentina. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya