Berita

Amirullah Hidayat/Net

Politik

Kader IMM Dipenjara, Mantan Relawan Jokowi Serukan Perlawanan

SELASA, 12 JUNI 2018 | 11:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penangkapan Andi Mahfuri kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) asal Jawa Tengah oleh Polda Metro Jaya adalah suatu arogansi dan menjurus pada kriminalisasi terhadap aktivis mahasiswa.

Demikian disampaikan Koordinator Komunitas Relawan Sadar (Korsa) Amirullah Hidayat kepada redaksi, Selasa (12/5).

"Oleh karena itu Korsa menyerukan seluruh mahasiswa di Indonesia untuk turun ke jalan melawan arogansi ini. Sebab bila dibiarkan akan berbahaya bagi demokrasi di negeri ini," ujar Amir.


Korsa sudah memperhatikan, sejak pemerintahan rezim Presiden Joko Widodo ini tindakan penangkapan aktivis menjadi suatu "program nasional", aparat kepolisian seolah-olah kaku dalam penegakan hukum.

"Ini mengindikasikan kuat bahwa kepolisian di bawah tekanan kekuasaan," ujar tokoh muda Muhammadiyah ini.

Jelas Amir, maka tidak ada pilihan bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya mahasiswa untuk melakukan perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang. Ini juga menunjukkan rezim Jokowi sedang kalut melihat kenyataan terjadi.

"Sebagai mantan relawan Jokowi kami sangat menyesal karena Pilpres 2014 berjuang menjadikan Jokowi presiden. Untuk menembus kesalahan masa lalu, Korsa sebagai paguyuban mantan relawan Jokowi akan melakukan segala cara sesuai konstitusi untuk menggagalkan Jokowi berkuasa periode kedua," tegasnya memamarkan.

Andi Mahfuri ditangkap pada Senin malam (11/6) karena diduga melanggar UU ITE. Selain dituduh sebagai salah satu aktor dari akun twitter Piyungan Cyber, ia juga dituduh terlibat dalam aktivitas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Senin malam, sebelum dibawa ke Jakarta, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo itu sempat dimintai keterangan oleh petugas di Mapolres Purworejo.

Dilansir dari pemberitaan media, Ketua Bidang Riset dan Keilmuan PC IMM Purworejo Ahmad Komarudin mengatakan Andi Mahfuri dikriminalisasi oleh akun @kakekdetektif. Hal ini bermula atas laporan Andi soal peretasan website milik Muhammadiyah. Paska pelaporan tersebut, Andi kerap mendapatkan ancaman akan dikriminalisasi, bahkan hingga ditelepon dan diancam baik dirinya maupun keluarganya.

"Selain ancaman tersebut rupanya Andi diftnah sebagai salah satu aktor dari akun Piyungan Cyber, dimana namanya ditulis sebagai pembuat, dan alamat lengkap Mas Andi dicatut di dalam web tersebut. Selain itu Andi juga dituduh terlibat dalam aktivitas HTI, agar Andi lekas ditersangkakan," ucapnya.

"Hari ini setelah semua proses itu berlalu, akun yang menghack web Muhammadiyah masih bebas berkeliaran, sedangkan Andi malah ditangkap," ucap Ahmad Komarudin menambahkan. [rus]

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya