Berita

Foto/Net

X-Files

Polisi Sita 40 Ribu Ton Garam Industri Siap Edar

Gerebek 2 Gudang Di Gresik, Jawa Timur
JUMAT, 08 JUNI 2018 | 08:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Reserse Kriminal Polri kembali membongkar penyalahgunaan garam industri. Sebanyak 40 ribu ton garam yang ditemukan di dua gudang, di kawasan Manyar, Gresik, Jawa Timur, disita.

Garam yang diimpor dari India dan Australia itu sudah dikemas dalam kemasan ukuran kecil dan siap dipasarkan ke masyarakat. Garam itu diberi merek Gadjah Tunggal dan Garam Indonesia.

"Garam itu sebenarnya untuk pengasinan ikan atau industri. Tapi kenyataannya dikemas dalam ukuran kecil 750 gram dan 450 gram dengan harga Rp 1.500 per bungkus," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim, Komisaris Besar Daniel TM Silitonga.


Berdasarkan hasil penyidikankepolisian, garam-garam terse­but diimpor sejak Februari hingga Maret 2018. Garam tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dan diangkut ke gudang penyimpanan di Gresik.

"Melihat impor yang dilakukanpada Maret atau men­jelang bulan Ramadhan ini mungkin bisa dikaitkan juga (memanfaatkan momen) leba­ran," kata Daniel.

Diduga, pengemasan garam industri dalam ukuran kecil dilakukan di gedung penyimpangan di Gresik. Total nilai garam itu mencapai Rp 40 miliar.

"Setelah kami periksa di labo­ratorium, (kadar) NaCl garam industri sangat tinggi sekitar 97 persen, sementara kadar yodium hanya 22 persen. Yang sehat itu di atas 30 atau 40 persen kadar yodiumnya," ucap Daniel.

Dua perusahaan terlibat pe­nyalahgunaan garam industri ini, PT Garindo Sejahtera Abadi dan PT Mitra Tunggal Swakarsa. Dua pimpinan perusahaan itu te­lah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. "KAG sebagai Direktur PT Mitra Tunggal Swakarsa dan MA sebagai Direktur PT Garindo Sejahtera Abadi," sebut Daniel.

Atas pelanggaran ini, kedua pimpinan perusahaan itu dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 120 ayat 1 juncto Pasal 53 ayat 1 huruf b UU 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 144 juncto Pasal 147 UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat 1 UU 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu, mereka dijerat dengan delik korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Yakni Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU 31 Tahun 1999 juncto UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 UU 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 56 KUHP.

Kepolisian masih memburu pemilik gudang yang digerebek. Diduga, pemilik gudang menge­tahui pengemasan garam impor untuk diedarkan ke masyarakat. "Kita sedang dalami siapa pemi­lik gudangnya," ujar Daniel.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur pernah meng­gerebek gudang PT Garindo Sejahtera Abadi di Jalan Mayjen Sungkono 16A, Gresik pada 19 Mei 2017.

Polisi menemukan 116 ribu ton garam impor dari Australia. "Ini barang yang mauk seharusnyabuat konsumsi in­dustri," ujar Kapolda Jawa Timur saat itu, Inspektur Jenderal Machfud Arifin.

Gudang milik importir PT Garindo Sejahtera Abadi ini, kata Machmud Arifin, sudah cukup lama beroperasi. Polisi menda­patkan laporan dari masyarakat tentang keberadaan gudang yang mengolah garam impor untuk dijual ke pasar sebagai garam konsumsi.

Polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan menemukan adanya garam impor. "Semua pelakunya sudah kami tangkap dan segera kami lakukan penindakan hu­kum," ucapnya.

PT Garindo Sejahtera Abadi diketahui pernah menyuap pe­jabat Kementerian Perdagangan Rp 350 juta untuk mendapatkan izin impor garam. Tjindra Johan, Direktur Utama PT Garindo pun ditetapkan sebagai tersangka.

Namun dalam proses penyidi­kan, Tjindra kabur ke Singapura. Tjindra akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya seki­tar pukul 11.00 WIB Jumat 11 September 2015. ***

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya