Berita

Foto/Net

Dunia

Lagi, Pemuda Palestina Tewas Di Tepi Barat

Setelah Perawat Wanita Ditembak Mati Tentara Israel
KAMIS, 07 JUNI 2018 | 08:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, warga Palestina kembali ditembak tentara-tentara Israel di Desa Nabi Saleh, sebelah utara Ramallah, seperti dilansir media Anadolu Agency, kemarin. Tidak disebutkan identitas warga Palestina itu.

Namun seorang warga setem­pat mengatakan kepada Anadolu Agency, pemuda bernama Ezz al-Tamimi tersebut terluka set­elah sebuah peluru yang dilepas­kan tentara Israel mengenai bagian dadanya, saat bentrokan terjadi di desa tersebut. Usia pemuda Palestina tersebut 21 tahun. Dia meninggal tak lama kemudian akibat luka tembak yang dialaminya.

Warga setempat, Bassel Tamim mengatakan, bentrokan itu terjadi ketika pasukan Israel menyerbu desa tersebut pada pagi hari waktu setempat untuk menangkap warga Palestina yang "diburu".


Sejauh ini belum ada komen­tar dari militer Israel mengenai kematian warga Palestina itu. Militer Israel kerap melakukan operasi penangkapan di wilayah Tepi Barat dengan dalih mencari warga Palestina yang "diburu".

Ketegangan di wilayah-wilayah Palestina meningkat sejak Amerika Serikat memind­ahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei lalu. Sejak Maret lalu, setidaknya 123 warga Palestina telah tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat tembakan pasukan Israel dalam bentrokan yang terjadi saat aksi-aksi demo di wilayah Jalur Gaza.

Sebelumnya, seorang perawat muda Palestina ditembak mati pasukan militer Israel saat ben­trokan dengan para demonstran di dekat perbatasan di Jalur Gaza. Perempuan muda tersebut tertembak saat sedang bertugas menangani para demonstran Palestina yang terluka.

Menurut sumber-sumber me­dis Palestina seperti diberitakan kantor berita Palestine al-Yawm dan dilansir media Press TV, Sabtu (2/6) lalu, Razan Ashraf al-Najjar sedang menangani para demonstran Palestina yang ter­luka di timur Khan Yunis, yang berlokasi sekitar 25 kilometer selatan Kota Gaza.

Saat itulah, pasukan Israel me­lepaskan tembakan membabi-buta ke sekelompok demonstran dan mengenai perawat berumur 21 ta­hun tersebut. Najjar terluka parah akibat tembakan tersebut dan tak lama kemudian meninggal.

Sejak aksi demo besar-besaran terjadi di Jalur Gaza pada 30 Maret lalu. Sebanyak 14 anak-anak dilaporkan turut menjadi korban tewas penembakan Israel tersebut. Sekitar 13.300 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka, yang sekitar 300 orang di antaranya saat ini dalam kondisi kritis.

Pada 17 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Ca­vusoglu mencetuskan, rezim Israel harus diajukan ke Mah­kamah Kejahatan Internasional (ICC) atas pembantaian di Gaza tersebut.

"Israel harus dibawa ke Mahkamah Kejahatan Internasional atas pembunuhan warga Palestina. Dikarenakan pihak ketiga tak bisa melakukannya, Palestina perlu memulai ini," tegasnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya