Berita

Foto/Net

Dunia

Crazy World

Beri Kado Buket Bunga Duit Kertas Rp 706 Juta

SENIN, 28 MEI 2018 | 10:32 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ada yang bilang cinta tidak bisa dibeli dengan uang. Namun itu tak mem­pengaruhi pria asal China ini memberi hadiah wow untuk sang kekasih.

Punya duit melimpah dan sedikit kreativitas, buket bunga raksasa berbentuk love dikirim ke acara ulang tahun sang pacar.

Bukan buket biasa, me­lainkan yang terbuat dari 3.344 uang kertas 100 Yuan atau Rp 706 juta yang dirangkai sedemikian rupa.


Buket uang itu dibuat 7 orang florist dalam waktu 10 jam.

Supaya buket tersebut tetap rapi dan uang yang dirangkai tidak hilang, para pekerja membuat buket itu di lokasi ulang tahun.

Sayangnya, hadiah luar biasa itu justru menim­bulkan pro dan kontra di kalangan netizen. Beberapa pihak mengecam aksi pe­muda yang dinilai ber­lebihan.

Melihat fenomena ini vi­ral di media sosial, manajer Bank Rakyat China angkat bicara.

Dia mengatakan pemuda yang tak disebutkan namanya itu kemungkinan telah melakukan pelanggaran pidana.

Pemuda tersebut dianggap tidak menghormati mata uang China dan sengaja merusaknya dalam proses pembuatan buket uang.

"Menggunakan renminbi (nama resmi Yuan) untuk membuat buket merupa­kan sebuah tindakan tidak menghormati mata uang dan seharusnya dilarang,"  tegas manajer Bank Rakyat China.

"Banyak kok cara untuk menunjukkan cinta pada orang yang tersayang, tapi tidak perlu juga melanggar hukum," lanjutnya dilansir South Chinese Morning Post. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya