Berita

Foto: KBRI Seoul

Dunia

Wiraswasta Sosial Muda Indonesia Dobrak Pasar Korsel

SENIN, 28 MEI 2018 | 08:27 WIB | LAPORAN:

Hasil karya anak-anak muda Indonesia berhasil mencuri perhatian dalam Seoul International Handmade Fair 2018 (SIHF) yang dilaksanakan di Art Hall, Dongdaemun Design Plaza, Seoul mulai 24 hingga 29 Mei 2018.

SIHF merupakan ajang pameran berbagai produk kerajinan tangan tidak hanya dari Korea, namun juga kerajinan tangan dari berbagai negara lain.

Wiraswasta sosial Indonesia dari Du’Anyam dan Sekolah Seniman Pangan Flores terpilih oleh Work Together (WT) Foundation untuk mengikuti ajang Seoul International Handmade Fair 2018.


“Manajer Kerjasama Internasional WT Myunghee Lee melihat kedua wiraswasta sosial tersebut sejalan dengan tujuan WT dalam menumbuhkan masyarakat berkelanjutan, mencari solusi atas polarisasi sosial, dan mendukung wiraswasta sosial serta penciptaan pekerjaan di Korea,” bunyi pernyataan resmi dari KBRI Seoul, Minggu (28/5).

Co-founder dan ketua marketing Du’Anyam Melia Winata bertutur bahwa perusahaannya memproduksi dan mendistribusi berbagai kerajinan anyaman dalam negeri untuk tujuan pemberdayakan perempuan dan perbaikan kesehatan para ibu hamil dan anak-anak di Indonesia.

Kali ini, Du’Anyam membawa berbagai kerajinan anyaman dari ibu-ibu di Larantuka, Nusa Tenggara Timur seperti tempat kartu nama, tas, keranjang, dan kotak perhiasan dengan berbagai ukuran.

Lain lagi cerita Ferdinadus Watu atau Nando, seniman pangan dari Flores, Nusa Tenggara Timur ini menggembleng anak-anak muda di daerahnya untuk menjadi pengusaha pangan berkualitas premium dengan menggunakan pendekatan creative food/food-preneurship.

Sekolah Seniman Pangan, tempat Nando berkarya merupakan besutan Javara Academy start-up incubator dan business services. Sekolah ini membantu para petani mempromosikan berbagai macam panganan seperti wedang uwuh, terasi, sambal kecombrang, keripik kelapa, selai kacang, madu asli dan kerajinan lainnya untuk dipamerkan dalam SIHF 2018.

“Partisipasi Nando dan Melia, kedua wiraswasta sosial muda ini, tentunya dapat membuka pasar Korea Selatan selebar-lebarnya bagi kerajinan tangan, produk pangan dan produk-produk pengusaha muda Indonesia lainnya,” tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya