Berita

Rachmawati Soekarnoputri bersama Dubes Korea Utara An Kwang Il/RMOL

Dunia

Rachma: Please, Donald Trump Jangan Lagi Obok-obok Korea

JUMAT, 25 MEI 2018 | 22:36 WIB | LAPORAN:

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diminta lebih agar berhati-hati dalam menyampaikan komentar seputar situasi di Semenanjung Korea.

Pernyataan Trump dan orang-orang di lingkaran pertama pemerintahannya malah memperkeruh suasana yang sebetulnya sudah sempat membaik setelah Presiden Republik Korea Moon Jaein bertemu dengan pemimpin tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un akhir April.

Ketua Kehormatan Komite Reunifikasi Damai Korea Rachmawati Soekarnoputri menyampaikan permintaan itu dalam perbincangan dengan redaksi Jumat siang (25/5).


Rachma juga mengatakan, keputusan Trump membatalkan pertemuan dengan Kim Jong Un sebagai keputusan yang aneh. Pasalnya, keputusan itu diambil setelah Korea Utara memperlihatkan bukti komitmen mereka pada peredaan ketegangan di Semenanjung Korea yang sudah disepakati dalam Deklarasi Panmunjom.

"Korea Utara sudah memperlihatkan komitmen mereka pada peredaan ketegangan. Fasilitas nuklir sudah mereka hancurkan. Apa maunya Trump? Please, jangan obok-obok lagi Korea," ujar Rachma.

Rachma menilai komunikasi politik Trump amat buruk. Pihak Korea Selatan ikut terganggu, dan ini dibuktikan dari salah satu hal penting yang disampaikan pihak Korea Selatan agar dalam situasi seperti ini dikembangkan komunikasi langsung dan tertutup.

Rachma juga menyoroti latihan perang yang digelar Korea Selatan dan Amerika Serikat di kawasan perbatasan.

Menurutnya, keputusan menggelar latihan perang itu tidak bijaksana.

"Semestinya, dalam situasi detente ini tidak perlu ada pameran kekuatan, termasuk dalam bentuk latihan perang dengan melibatkan peralatan perang yang fantastis," kata dia lagi.

"Wajar kalau Korea Utara merasa keselamatannya terancam," tambah dia.

Pada bagian akhir, Rachma mengingatkan bahwa peredaan ketegangan dan sikap bermusuhan di Semenanjung Korea adalah kewajiban moral pihak-pihak yang terlibat dan melibatkan diri.

"Tampaknya tidak ada pihak yang tidak setuju dengan reunifikasi. Jadi Trump jangan obok-obok lagi," demikian Rachma. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya