Berita

Dunia

Rusia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Bidang Nuklir

JUMAT, 25 MEI 2018 | 14:25 WIB | LAPORAN:

Rusia dan Tiongkok memperkuat kerja sama di bidang nuklir dengan menandatangani perjanjian untuk melaksanakan proyek-proyek bersama di pasar domestik kedua negara dan pihak ketiga.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan, efisiensi ekonomi dan daya saing operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), terutama dalam Sistem Instrumentasi dan Kontrol (I&C).

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Butko selaku Chief Executive Office Rusatom Automated Control Systems (JSC RASU), dan Sun Yongbin selaku General Manager China Techenergy Co. Ltd (CTEC).


Penandatanganan dilakukan pada Forum ATOMEXPO 2018 yang digelar pada pertengahan Mei lalu di Kota Sochi, Rusia.

Di dalam dokumen perjanjian dijelaskan berbagai langkah prioritas utama untuk memenuhi tujuan jangka pendek.

Kedua pihak berencana mempertimbangkan pembentukan konsorsium untuk pasokan bersama bagi PLTN Tianwan di Tiongkok.

Perjanjian ini juga meliputi pemberian konsultasi teknis, sertifikasi dan pemasaran serta promosi I&C untuk pasar di luar Rusia dan Tiongkok. Termasuk, niat para pihak untuk mengembangkan lokalisasi peralatan CTEC di arra manufaktur Rosatom, BUMN Nuklir Rusia.

CTEC juga menegaskan keinginannya untuk menerapkan I & C buatan Rusia pada unit yang sedang dibangun atau direncanakan di Tiongkok yang jumlahnya terus meningkat.

Tiongkok saat ini memiliki 38 unit operasional dengan total kapasitas terpasang 34,4 GW.

"Dokumen yang ditandatangani merupakan langkah penting pertama untuk pengembangan produk yang dapat digunakan secara luas di sebagian besar PLTN di dunia," kata Butko dalam siaran pers Rosatom, Jumat (24/5).

"Kami sebagai pengembang dan produsen sistem I & C dan klien kami yang selalu siap memberikan solusi canggih, sangat tertarik akan hal tersebut," imbuhnya.

General Manager CTEC Sun Yongbin mengatakan, kerja sama dengan instrumentasi dan integrator kontrol Rusia memberi peluang baru untuk kerjasama yang saling menguntungkan di pasar nuklir internasional.

"Kami menganggap JSC RASU sebagai mitra andal untuk menyediakan pasar nuklir dengan solusi yang terbukti efisien," terang Sun Yongbin. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya