Berita

Nicolas Maduro/Telesur

Dunia

Dilantik, Maduro Tawarkan Rekonsiliasi Nasional

JUMAT, 25 MEI 2018 | 07:23 WIB | LAPORAN:

Nicolas Maduro resmi dilantik sebagai presiden Venezuela, Kamis siang (24/5) atau Jumat dinihari waktu Indonesia.

Pelantikan dilakukan di gedung Dewan Konstituante Nasional di Karakas. Upacara pelantikan dipimpin Ketua DKN Delcy Rodriguez.  

Usai dilantik, dalam pidato pertamanya, Maduro kembali menegaskan keinginannya menjalin dialog dengan seluruh elemen bangsa, termasuk kaum oposisi. Dialog dan perdamaian (pasification) menjadi tema yang amat kental dalam pidato Maduro itu. Dia juga mempertimbangkan akan membebaskan narapidana kasus politik.


"Kalau ada sekelompok orang yang ditahan karena kekerasan politik, saya ingin mereka dibebaskan dan beri kesempatan kepada mereka ikut pada proses rekonsiliasi nasional," ujarnya.

Tetapi pembebasan tidak akan diberikan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus kriminal besar seperti pembunuhan.

Hal lain yang disampaikan Maduro adalah keinginannya meningkatkan produksi minyak. Venezuela dikenal sebagai negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Maduro mengatakan, dirinya setuju dengan proposal peningkatkan produksi minyak hingga satu juta barel per hari.

Untuk mencapai hal ini, dia memerintahkan Menteri Perminyakan, Manuel Quevedo,  untuk melakukan apapun hal yang dibutuhkan agar target tercapai.

"Tahun ini kita harus meningkatkan produksi, dan bila kita harus meminta dukungan dari OPEC, Rusia, Cina, negara-negara Arab, lakukan Quevedo. Venezuela harus melampaui target ini.

Dia menambahkan di sektor perminyakan dibutuhkan banyak komitmen revolusioner. Maduro menegaskan dirinya tidak akan menerima dogma dan slogan. Dia menekankan agar orang-orang yang terlibat di sektor ini mengedepankan kejujuran, kapasitas, efisiensi dan memperlihatkan hasil.

Hal lain yang disampaikan Maduro adalah keinginannya melibatkan pengusaha dalam pembangunan ekonomi Venezuela.

Dia telah memberikan perintah kepada Menteri Ekonomi Simón Zerpa dan wakil Iván Gil untuk mengundang perusahaan-perusahaan Eropa ke Venezuela.

Maduro memenangkan pemilihan presiden yang diselenggarakan hari Minggu lalu (20/5). Dia memperoleh lebih dari 60 persen suara yang masuk. Tingkat golput dalam pemilu mencapai 52 persen. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya