Berita

Seunghoon Ham, Umar Hadi, dan Woo Kyoung-ha/KBRI Seoul

Dunia

Intip Yuk Semarak Indonesia Di Busan

JUMAT, 25 MEI 2018 | 07:17 WIB | LAPORAN:

Community Hall di lantai pertama Rumah Budaya ASEAN di Busan, Korea Selatan, sangat semarak dengan tampilan berbagai barang komoditas dan karya seni khas Indonesia. Mulai dari specialty coffee hingga home deco.

Berbagai poster destinasi wisata hingga baju pengantin dari berbagai daerah Nusantara juga ada. Gawai berukuran besar yang menampilkan secara digital cara berinvestasi serta cara berbisnis juga tersedia.

Hal tersebut nyatanya hanya sepenggal dari kegiatan yang dilakukan. Serangkaian kegiatan lainnya juga diselenggarakan.


Forum bisnis yang meliputi seminar dan pertemuan dengan CEO Korsel, pertunjukan budaya, pemutaran film, pembacaan dongeng disertai demo lukis pasir, kelas memasak, kelas Bahasa Indonesia, hingga pelatihan barista plus icip icip kopi Indonesia juga dilaksanakan pada hari-hari yang telah dijadwalkan selama kurun waktu dua minggu penuh.

Sementara di sudut kota lainnya, masih di Busan, akan diselenggarakan pula street festival yang menampilkan atraksi reog, campur sari, dangdut serta berbagai tarian tradisional dan juga penganan tradisional Indonesia.
 
Masih dalam rangkaian program, Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi juga memberikan kuliah khusus tentang tren dan prospek sosio-ekonomi di Indonesia kepada mahasiswa dan masyarakat umum di Busan University for Foreign Studies

Berbagai rangkaian kegiatan tersebut sengaja digagas KBRI Seoul, Umar Hadi dengan menggandeng Rumah Budaya ASEAN di Busan selama dua minggu penuh dalam kemasan paket promosi terpadu Indonesia bertema Easy Access Indonesia: Unlocking the Infinite Culture, Nature and Venture di Busan mulai 15-27 Mei 2018.

Dubes Umar Hadi menggarisbawahi maksud dan tujuan program terpadu ini semata sebagai salah satu upaya untuk memajukan hubungan RI - Korsel, utamanya setelah ditingkatkan menjadi Special Strategic Partnership saat kunjungan Presiden Korsel Moon Jae-In medio November 2017.

"Selain itu, kami berharap dapat membawa Indonesia lebih dekat dihati dan fikiran masyarakat Korsel ataupun komunitas internasional yang bermukim di Korsel, khususnya di Busan," imbuh Dubes Umar.

Gayung bersambut, Direktur Jenderal Rumah Budaya ASEAN di Busan, Seunghoon Ham menyampaikan kegembiraannya dapat bekerja sama dengan KBRI Seoul.

"Hal ini sejalan dengan visi dan misi Rumah Budaya ASEAN yaitu untuk mendekatkan masyarakat ASEAN kepada masyarakat Korsel dan meningkatkan kesadaran dan saling pengertian diantara mereka," tukas Ham.

Selain itu, Duta Besar untuk Hubungan Internasional Kota Busan Woo Kyoung-ha yang ikut membuka kegiatan ini turut mengamini hal tersebut.

"Mempromosikan budaya adalah cara terbaik untuk memupuk rasa saling pengertian. Hal ini akan menambah sisi pluralisme Busan yang selama ini dihuni oleh beragam masyarakat dari berbagai budaya dunia," ujarnya seraya mengucapkan harapannya agar penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia berjalan sukses.

Sebagai kota kedua terbesar dan pusat industri di Korea Selatan setelah Seoul dan salah satu dari tiga kota pelabuhan tersibuk di dunia, Busan dinilai potensial untuk pengembangan peluang ekonomi maupun jejaring bisnis Indonesia.

Selain itu, Busan juga secara budaya dinilai strategis mengingat banyaknya masyarakat Indonesia yang bermukim disana. Selain itu, tak sedikit masyarakat Busan  yang menjadi sahabat Indonesia.

Busan juga kota di mana satu dari dua universitas di Korsel yang memiliki jurusan Bahasa dan Budaya Indonesia. Bahkan, salah satu jalan di sudut kota Busan bernama Jalan Surabaya.

Promosi terpadu dalam bingkai Easy Access Indonesia menitikberatkan pada upaya memperkenalkan berbagai potensi ekonomi, budaya dan pariwisata sebagai agenda utamanya.

"Sengaja kami membawa budaya, alam Indonesia serta peluang berbisnis di Indonesia dalam satu paket yang tak terpisahkan melalui rangkaian kegiatan ini,” demikian mantan Konjen RI di LA tersebut. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya