Berita

Herry dan Ida Utomo/Diaspora Indonesia

Dunia

Beras Ciptaan Diaspora Indonesia Ini Berprotein Tinggi

KAMIS, 24 MEI 2018 | 10:29 WIB | LAPORAN:

Dua diaspora Indonesia di Louisiana, Amerika Serikat (AS), Herry dan Ida Utomo berhasil menciptakan beras berprotein tinggi.

Beras yang diberi nama Cahokia telah terbukti mengandung 50 persen lebih banyak protein dibanding beras umumnya. Beras bulir panjang umumnya mengandung empat gram protein setiap hidangan (serving), tetapi beras Cahokia mengandung enam gram protein.

Temuan kedua diaspora yang juga profesor di Louisiana State University ini salah satunya bertujuan untuk mengatasi malnutrisi.


"Ada ratusan juta orang di seluruh dunia yang bergantung pada nasi dan memakannya tiga kali per hari, tetapi kadang mereka tidak dapat asupan protein yang cukup karena kelangkaan atau tidak mampu membeli daging," jelas Ida Utomo.

"Saya pikir jika kita dapat meningkatkan kandungan protein beras, itu dapat membantu mengatasi masalah gizi buruk yang serius."

Beras Cahokia telah lolos paten, pertama kali berhasil dikembangkan di dunia, dan kini mulai dijual ke publik melalui berbagai pasar swalayan oleh perusahaan di Amerika Serikat. Petani lokal asal Illinois bernama Blake Gerard yang menggeluti padi selama 18 tahun mengaku amat puas dengan beras Cahokia.

"Kami sekarang sedang panen kelima dan dengan hasil yang bagus serta tingkat protein yang konsisten, kami sangat gembira."

Lebih hebatnya lagi, kadar karbohidrat di beras Cahokia pada dasarnya tidak berubah. Cahokia memiliki indeks glisemik (IG) yang lebih rendah dibanding beras lain pada umumnya. Karbohidrat dari beras Cahokia berubah menjadi gula lebih lambat daripada beras biasa. Sehingga bagi para penderita diabetes, beras dengan IG lebih rendah seperti Cahokia lebih aman untuk dikonsumsi.

"Tidak ada perubahan teknis dalam budidaya padi berkadar protein tinggi ini," kata Herry sebagaimana rilis dari Direktur Eksekutif Indonesian Diaspora Network-United, Hamdan Hamedan yang diterima redaksi, pagi ini (Kamis, 24/5).

Artinya, tanpa mengeluarkan biaya tambahan maka dari tiap 1 hektar yang ditanami Cahokia akan diperoleh 150 kg ekstra protein murni. Protein tambahan ini setara dengan 550 kg daging atau 4.500 liter susu.

Dengan total areal produksi beras AS sebesar 1,8 juta hektar, maka padi berkadar protein tinggi ini akan membantu menghasilkan tambahan 0.23 juta ton protein murni setiap kali tanam.

Untuk Indonesia yang lahannya 4,5 kali AS, potensi tambahan protein bisa mencapai 1 juta ton protein murni yang setara dengan 3,6 juta ton daging tanpa biaya tambahan atau mengubah cara budidaya. [wid]


 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya