Berita

Shukri Abdull/Net

Dunia

Ketua KPK Malaysia Pernah Dituduh Pengkhianat Saat Selidiki Kasus 1MDB

SELASA, 22 MEI 2018 | 13:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kepala Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Shukri Abdull mengaku pernah dilecehkan dan diancam pemerintah saat hendak menyelidiki dugaan korupsi dana 1MDB di tahun 2015 lalu.

Tidak hanya itu, Shukri juga mengaku pernah dikirimi sebuah peluru di kediamannya.

Pernyataan itu disampaikan Shukri dalam jumpa pers seiring dengan kehadiran mantan Perdana Menteri Najib Razak di MACC, Kuala Lumpur, Selasa (22/5). Najib diperiksa KPK Malaysia untuk menjelaskan mengenai aliran sebesar 10,6 juta dolar AS ke rekening pribadinya.


"Kami memiliki sumber-sumber intelijen kami sendiri, bahwa saya akan ditangkap dan dikurung, karena saya dituduh sebagai bagian dari konspirasi untuk menjatuhkan pemerintah," kata Shukri sambil menitikkan air mata, sebagaimana diberitakan Reuters.

Shukri menegakan bahwa tindakan MACC ini merupakan penyelidikan baru terhadap dugaan pencurian miliaran dolar dari 1MDB, yang diduga kuat menjerat Najib Razak.

Namun begitu, dia pernah dituduh sebagai pengkhianat negara saat akan mengembalikan uang yang dicuri itu.  

"Kami ingin mengembalikan uang yang dicuri kembali ke negara kami. Sebagai gantinya kami dituduh menjatuhkan negara, kami dituduh sebagai pengkhianat," tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya