Berita

Foto/Net

Dunia

Warga Raqqa Suriah Jalani Ramadan Tanpa Tertekan

SELASA, 22 MEI 2018 | 08:47 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Untuk pertama kalinya da­lam beberapa tahun, warga Kota Raqqa di Suriah dapat me­nikmati bulan Ramadan tanpa tertekan. Selama lebih dari tiga tahun, penduduk Raqqa merasa tersiksa menjalani interpretasi ketat hukum Islam, yang diterapkan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) selama Ramadan.

"Kami bebas puasa atau tidak puasa," kata Ahmad Al-Hussein peduduk Raqqa, kota kekhalifahan ISIS.

Dilansir Arab News, Senin (21/5), saat masih dikuasai ISIS, siapa pun yang tertang­kap basah makan atau minum di Raqqa akan menjadi sasaran hukuman yang kejam.


"Mereka yang tidak ber­puasa dikunci di kandang besi di lapangan umum, di bawah terik matahari, dan di depan semua orang, untuk dijadikan tontonan," imbuh Hussein.

Dia mengaku sangat berse­mangat di Ramadan kali ini. Ia kembali melakukan kebiasaan lama dengan keluarganya, yaitu berkumpul menonton serial drama yang disiarkan khusus selama Ramadan.

Selama ini, ISIS telah mem­blokir segala bentuk hiburan di televisi, yang dianggap berten­tangan dengan agama. Kami me­rindukan tradisi Ramadan ini.

"Selama empat tahun di bawah ISIS, kami dilarang menonton serial ini," kata Hussein.

Kekalahan ISIS di Raqqa masih menyisakan banyak masalah. Be­berapa warga harus kehilangan nyawa karena terkena ledakan bom yang ditinggalkan militan dan belum sempat diledakkan.

Pertempuran antara ISIS dan pasukan koalisi pimpinan AS juga telah meratakan seluruh permukiman, dan upaya pem­bangunan kembali berjalan dengan lambat. Banyak wilayah yang masih belum mendapat­kan aliran listrik atau air yang mengalir, dan hampir tidak ada pekerjaan bagi penduduk.

Masih banyak warga Raqqa yang tidak mampu membeli ma­kanan berbuka puasa. Di salah satu pasar, Huran Al-Nachef (52). Dia hanya bisa membeli beberapa tomat, mentimun, dan kentang untuk membuat sajian makanan sederhana.

Anak-anaknya turut mencari pekerjaan sambilan setiap hari untuk mencoba memenuhi ke­butuhan keluarga mereka.

"Mereka yang memiliki uang dapat menyiapkan makanan un­tuk berbuka puasa, tetapi mereka yang miskin seperti saya menghadapi kesulitan," ujar Nachef.

Nadia Al-Saleh, penduduk lain, mendatangi sebuah toko roti yang ramai untuk membeli maarouk, kue yang di dalamnya terdapat biji wijen. Kue jenis ini ada di mana-mana selama Ramadan.

"Kami membeli beberapa kue kering untuk membuat anak-anak bahagia, membuat mereka merasakan semangat Ramadan," kata Saleh.

"Kami masih tunawisma. Kami tinggal dengan orang lain, suami saya tidak punya pekerjaan. Situasi kami sangat sulit," tambah dia.

Akan tetapi Hanif Abu Badih yang berprofesi sebagai tukang roti merasa optimistis. "Meskipun semua hancur, orang-orang sangat senang akhirnya mimpi buruk sudah berakhir," kata Abu Badih. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya