Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Ini Alasan Surabaya Jadi Tempat Dan Sasaran Teroris

JUMAT, 18 MEI 2018 | 01:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Aksi teror bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya beberapa waktu lalu dinilai sebagai pemantik aksi lanjutan di sejumlah daerah.

Mantan nara pidana teroris Ali Fauzi Manzi menjelaskan Surabaya merupakan salah satu kota besar setelah Jakarta.

Menurutnya, jika Surabaya mendapat serangan teror maka daerah lain pun bisa mendapat serangan.


Ali yang merupakan perakit bom dari kelompok Jaringan Islamiyah (JI) itu menyebut bahwa Surabaya merupakan daerah yang cocok sebagai miftahusro daerah pemantik.

"Di Surabaya, bahan baku juga gampang didapat. Bahan-bahan kimia dijual secara legal di sana," ungkapnya di Gedung LIPI, Jakarta, (17/5).

Lebih lanjut, Ali menjelaskan karena mudahnya bahan, Surabaya menjadi tempat untuk merakit bom, bahkan bahan peledak dalam peristiwa bom Bali I dirakit di Surabaya. Selain itu di Surabaya juga banyak tersedia SDM yang berkualitas untuk menjalankan aksi tersebut.

"JI, JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) dan JAD (Jemaah Ansharut Daulah) banyak yang menyeberang ke Surabaya, kota ini jadi produksi teroris yang baik dan sangat bergengsi bagi mereka," tandasnya. [nes]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya