Berita

Foto: Dokumentasi BNPT

Pertahanan

BNPT Gelorakan Lawan Terorisme Di Kalangan Pelajar

RABU, 16 MEI 2018 | 20:39 WIB | LAPORAN:

Rentetan aksi terorisme yang belakangan terjadi di beberapa daerah tak menyurutkan langkah BNPT dalam melakukan upaya pencegahan.

Hari ini (Rabu, 16/5), semangat melawan terorisme digelorakan di kalangan pelajar SMA dan sederajat.

Kegiatan pencegahan terorisme untuk kalangan pelajar di Lampung dilaksanakan di halaman IBI Darma Jaya, Bandar Lampung, dikemas dalam Workshop Lomba Video Pendek BNPT.

Kegiatan ini diawali dengan apel kebangsaan untuk membangkitkan semangat nasionalisme, yang teknis pelaksanaannya dilakukan bersama BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung.

"Jangan pernah berpikir tentang situasi teror yang saat ini yang terjadi. Yang perlu di pikirkan adalah bagaimana berprestasi dan berkarya untuk bangsa," kata Ketua FKPT Lampung, Irwan Sihar Marpaung.

Irwan yang pada apel kebangsaan bertindak sebagai pembina upacara menegaskan, ketika kalangan pelajar disibukkan dengan berkarya, dengan sendirinya akan mampu menolak paham radikal terorisme.

"Membuat video pendek dengan konten menjaga keutuhan NKRI adalah karya yang bisa kalian buat," tambahnya.

Selepas apel kebangsaan, pencegahan terorisme untuk kalangan pelajar di Lampung dilanjutkan dengan Workshop Lomba Video Pendek. Aktris Prisia Nasution dan sineas Swastika Nohara dihadirkan oleh BNPT untuk menjadi mentor, berbagi tehnik pembuatan video pendek.

"Ini langkah cerdas BNPT. Mengajak pelajar membuat video pendek sebagai bagian dari kontranaratif terhadap ujaran kebencian yang banyak beredar," kata Prisia.

Pia, demikian Prisia disapa, menyebut terorisme adalah tantangan nyata yang saat ini dihadapi Indonesia. Generasi muda, khususnya pelajar bisa turut terlibat dalam upaya pencegahannya.

"Terorisme telah mencabik-cabik keutuhan dan persaudaraan bangsa kita yang beragam. Mari bersama merajut dan merawat keutuhan bangsa ini untuk mencegah terorisme terus berkembang," tegasnya.

Sementara penulis skenario Swastika Nohara, di kesempatan yang sama menyoroti dilibatkannya anak-anak dan perempuan dalam aksi terorisme belakangan.

Dia menyebut anak-anak dan perempuan sebagai bagian dari keluarga seharusnya dibentengi dari paham radikal terorisme, karena dari merekalah rasa cinta ditumbuhkan.

Swastika juga menyampaikan pentingnya mengamalkan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dikatakannya, keragaman yang ada di Indonesia jangan sampai menjadi pendorong adanya perpecahan di antara masyarakat.

"Nasionalisme Indonesia dijiwai oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika dimana perbedaan adalah hal yang diakui dan malah menguatkan persatuan dan kesatuan," demikian Swastika. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya