Berita

Teguh Santosa/RMOL

Dunia

Teguh Santosa Diundang Venezuela Pantau Pilpres 2018

KAMIS, 10 MEI 2018 | 11:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dewan Pemilihan Nasional atau Consejo Nacional Electoral (CNE) telah menetapkan empat calon presiden yang akan berlaga di arena Pilpres Venezuela 2018.

Pilpres keenam di era Revolusi Bolivarian yang ditandai dengan kemenangan Hugo Chavez di akhir era 1990an tersebut akan digelar pada tanggal 20 Mei.   

Keempat calon yang diloloskan CNE antara lain sang petahana Nicolas Maduro dari Partai Uni Sosialis Venezuela (PSUV), Henri Falcon dari Partai Progresif, calon independen Javier Bertucci, dan tokoh gerakan Chavista, Reinaldo Quijada.


Dalam pemilu ini, CNE mengundang sejumlah pihak dari berbagai negara untuk ikut memantau jalannya Pilpres 2018. Dari Indonesia, satu dari lima lembaga tinggi negara di Venezuela itu mengundang wartawan senior yang juga Pemimpin Umum Kantor Berita Politik RMOL, Teguh Santosa.

Teguh dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman internasional dalam memantau pemilihan umum di negara lain.

Terlebih, Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Wakil Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) ini pada tahun 2009 memantau pemilihan umum di Federasi Mikronesia.

Teguh juga ikut memantau proses referendum yang diselenggarakan Kerajaan Maroko untuk memutuskan amandemen konstitusi tahun 2011.  

Selain itu Teguh pun pernah menjadi petisioner di Komisi Politik Khusus dan Dekolonisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York pada 2011 dan 2012.

"Memantau pemilihan di sebuah negeri bukan sekadar mengamati proses pemberian suara yang terjadi pada hari pelaksanaan pemilu. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan yang berharga untuk mempelajari begaimana sistem politik di negara tertentu dibangun dan bekerja," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Menurut rencana, Teguh akan mengikuti sejumlah kegiatan orientasi beberapa hari sebelum proses pemberian suara dilakukan.

Jadwal Pilpres 2018 Venezuela sempat mengalami perubahan. Awalnya direncanakan pada bulan Desember 2018, kemudian dimajukan ke tanggal 22 April, sebelum akhirnya ditetapkan pada tanggal 20 Mei. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya