Berita

Nusantara

Serapan Anggaran Minim, Inovasi Anies-Sandi Belum Terasa

RABU, 09 MEI 2018 | 18:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah tujuh bulan memimpin DKI Jakarta. Namun demikian, serapan anggaran yang dilakukan masih minim.

Tercatat, baru Rp 10 triliun dana APBD DKI yang terserap. Padahal anggaran sebesar Rp 77 triliun itu sudah disahkan sejak lima bulan yang lalu. Sementara setengah dari serapan anggaran habis sekadar untuk menggaji para pegawai.

Begitu kata Koordinator Kawal Jakarta, Idris Ahmad dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu (9/5).


Bahkan kata Idris, laman resmi Bappeda Jakarta, bappeda.jakarta.go.id, menyebut pengeluaran belanja langsung lebih banyak digunakan untuk program dengan embel-embel 'peningkatan', 'pemantapan', 'pemahaman', atau 'pemantauan'.

Padahal program-program dengan embel-embel itu sudah diwanti-wanti Presiden Joko Widodo untuk dikurangi karena outputnya tidak efektif.

"Boleh saja gubernur berjanji akan bahagiakan warga, tapi jangan awur-awurkan anggaran," ujarnya.

Lebih lanjut, Idris menyayangkan gembar-gembor janji Gubernur Anies yang ingin membahagiakan warga Jakarta dari program-program prioritasnya. Sebab, jika dilihat dari serapan anggaran, belum ada program prioritas Anies-Sandi yang berdampak langsung untuk peningkatan kualitas hidup warga.

"Dilihat dari penyerapan anggaran, belum ada inovasi terasa dari pemerintahan sekarang," kata Idris.

Ke depannya, Idris bersama tim Kawal Jakarta akan terus berkomitmen mengawasi penggunaan anggaran pemerintahan Anies-Sandi agar tak salah sasaran. Di satu sisi, mereka meminta agar pemprov harus bisa gamblang menjelaskan penggunaan anggaran.

"Jadi, tak hanya bisa menganggarkan saja, tapi bisa juga untuk mempertanggungjawabkan hasilnya untuk kebaikan publik," demikian Idris.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya