Berita

Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Mahathir: Pemilihan Ini Menentukan Nasib Bangsa

RABU, 09 MEI 2018 | 09:26 WIB | LAPORAN:

Calon Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengingatkan pendukungnya untuk tidak tergiur dengan uang dalam pemilihan umum pada Rabu (9/5).

Menurutnya pemilihan ini bukan sekedar kemenangan partai politik, namun untuk mengembalikan marwah dan martabat bangsa.

"Sepatutnya negara yang beruntung ini harus maju dan menjadi negara maju pada 2020. Sayangnya, pemerintahan perdana menteri ke enam telah membawa bencana. Sekarang negara sudah tidak lagi dikenal dengan Harimau Asia," ujarnya dalam pidato poltik yang diunggah akun @mkini_bm, Selasa (8/5).


Mahatir menambahkan selain hilangnya citra harimau asia, dunia internasional memandang Malaysia masuk dalam 10 negara terkorup serta negara yang tidak demokrasi.

"Untuk ini kita perlu mengalahkan pemerintah Najib, Barisan Nasional dan pemimpin UMNO (United Malay National Organisation) yang telah dirusak oleh Najib," ujarnya.

Lebih lanjut Mahatir menekankan pemilihan ini untuk memberikan perubahan oposisi bisa menjadi menang terhadap pemerintah. Sebab sejak dahulu oposisi tidak memiliki harapan untuk mengalahkan dan menggulingkan pemerintahan Barisan Nasional.

Masyarakat sambung Mahatir, juga berpendapat tidak banyak perubahan yang bisa dilakukan oleh oposisi, karena itu dukungan rakyat terhadap oposisi tidak meningkat.

Menurutnya dengan pemilihan inilah Malaysia bisa diselamatkan dari beban hutang yang dibuat oleh pemerintah serta kesadaran masyarakat terhadap ancaman masa depan Malaysia jika pemerintahan Najib Razak kembali memimpin.

"Hanya suara kita yang dapat menyelamatkan negara kita dan nasib buruk yang akan menimpa kita dan keturunan kita jika pemerintah saat ini terus berlanjut," ujar Mahatir. [nes]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya