Berita

Foto: Net

Nusantara

Hugua Ingin Selamatkan Kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia

SELASA, 08 MEI 2018 | 19:36 WIB | LAPORAN:

Kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia atau Coral Triangle merupakan wilayah yang menyimpan potensi luar biasa bagi kehidupan di muka bumi.

Dengan luas mencapai enam juta kilometer persegi yang membentang di wilayah perairan tropis yang salah satunya adalah wilayah perairan Indonesia, Coral Triangle adalah pusat dari keanekaragaman hayati dan kelimpahan kehidupan laut yang ada di bumi.

Namun Coral Triangle kini telah menghadapi ancaman serius yang menganggu keberlangsungan kehidupan keanekaragaman hayati dan kehidupan laut di wilayah tersebut.


Peristiwa alam yang tak terhindarkan seperti perubahan iklim dan gelombang badai, serta aktivitas manusia di wilayah Coral Triangle telah mengakibatkan kerusakan berlanjut pada habitat terumbu karang yang menimbulkan kerugian bukan hanya secara ekonomi namun juga kerugian sosial.

Karena alasan itulah, negara-negara yang berada dalam Kawasan Coral Triangle telah mengambil inisiatif untuk membentuk jaringan kerja pada tahun 2009.

Negara-negara tersebut yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste, dan Kepulauan Solomon telah berkomitmen melaksanakan Lima Tujuan Rencana Aksi Regional Kawasan dan Rencana Aksi Nasional untuk menyelamatkan Coral Triangle dalam waktu 10 sampai 15 tahun ke depan.

Sebagai rencana tindak lanjut komitmen itu, pada tahun 2011 telah dibentuk Jaringan Pemerintah Daerah Maritim di Wilayah Kawasan Segitiga  Terumbu Karang Dunia atau Maritime Local Government Network (LGN).

Indonesia sebagai salah satu negara yang tergabung dalam LGN telah mengambil komitmen bersama untuk menggelar workshop yang melibatkan seluruh negara-negara dan pemerintahan daerah yang berada di Kawasan Coral Triangle itu di Jakarta, Indonesia.

Terkait kegiatan tersebut, Hugua yang menjadi Chairman LGN menuturkan, pembentukan jaringan pemerintah daerah itu karena ada kesadaran pemerintahan daerah yang ada di wilayah Coral Triangle itu akan nilai penting wilayah segitiga karang dunia sebagai salah satu pusat habitat karang dan keanekaragaman hayati dunia.

"Maka tahun 2009 dibentuk Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan, dan Ketahanan Pangan atau disebut Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) oleh enam kepala negara. Salah satu kunci sukses dalam pengelolaan CTI-CFF adalah keterlibatan aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Hugua yang juga mantan Bupati Wakatobi dua periode, salah satu Kawasan terumbu karang terbesar di Indonesia dalam acara Maritime Local Government Network Workshop bertajuk "The Role of Local Governments in Suistainable Fisheries Management in Coral Triangle Region di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (8/5).

Workshop yang dihelat tersebut diikuti olej perwakilan pemerintahan daerah maritim di enam negara anggota LGN dan seluruh pemerintahan daerah maritim di Indonesia, serta Kementerian dan Lembaga terkait di Indonesia.

Dalam kegiatan berskala internasional itu juga telah juga disepakati sebuah Joint Statement dan Draft Rencana Aksi Pemerintah Daerah tentang peran pemerintah daerah dalam manajemen perikanan berkelanjutan.

"Pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong dan mengimplementasikan Regional Plan of Action dan National Plan of Action CTI-CFF di masing-masing wilayahnya,” kata Hugua.

Dikatakan Hugua, kegiatan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Maritime LGN sebagai sebuah jaringan pemerintahan daerah yang mendapat pengesahan Senior Official’s Meeting CTI-CFF akan menggelar pertemuan berikutnya di wilayah pemerintahan daerah yang masuk dala jaringan ini.

"LGN milik bersama dan akan terus dilanjutkan, bahkan berpeluang sebagai kegiatan berskala internasional yang didukung Lembaga Internasional,” pungkas Hugua yang saat ini menjadi salah satu Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dalam Pilgub 2018 ini. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya