Berita

Hendrar Prihadi/Net

Nusantara

Keluhan Tidak Dicatat, Walikota Semarang Geram Ke PDAM

SELASA, 08 MEI 2018 | 06:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi geram dengan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang yang tidak sigap menangani keluhan masyarakat.

Ini lantaran keluhan tentang kondisi aliran air PDAM yang terus tersendat tidak mengalami mengalami perbaikan signifikan. Sehingga, masyarakat terus mengeluh kepada perusahaan air minum tersebut.

Apalagi, selama sepekan terakhir keluhan masyarakat juga membanjiri kolom komentar di akun Instagram pribadi milik walikota yang akrab disapa Hendi itu.


Senin (7/5) siang, Hendi melakukan inspeksi mendadak di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Genuk, milik PDAM Kota Semarang. Hasilnya, ia justru mendapati aliran air dalam kondisi mati.

"Ini aliran air sekarang digilir atau mati? Panjenengan (kamu) tidak menjawab pertanyaan saya, ini digilir atau mati ?" tanya Hendi ke salah seorang operator.

"Digilir pak, tapi debit air tidak cukup,"  jawab operator mesin tersebut.

Hendi kemudian bertanya tentang laporan keluhan masyarakat yang masuk ke jajaran PDAM, namun tak satupun yang bisa menjawab. Amarahnya, menjadi-jadi begitu mendengar pihak PDAM mengatakan baru akan merekap laporan masuk.

"Yang namanya laporan masyarakat itu harus diperhatikan sama pak Dirut (Direktur Utama) dan pak Dirtek (Direktur Tekhnik), dicek benar atau nggak laporan-laporan itu," tegasnya dengan nada tinggi seperti dikutip RMOLJateng.

Dalam sidaknya tersebut, Hendi juga meminta PDAM bergerak cepat untuk mencari pasokan air dari daerah sekitar bila debit air tidak mencukupi.

Menurutnya, untuk mengaliri air di wilayah timur Semarang dibutuhkan pasokan 900 sampai 1.200 liter air per detik. Sementara sekarang  hanya ada sekitar 600 liter per detik.

"Saya minta mulai hari ini upayakan air dari Dombo, Sayung, di Kabupaten Demak untuk bisa masuk ke instalasi Kudu ini," perintahnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya