Berita

Nusantara

Korban Tol Semarang-Batang Histeris, Pemkab Kendal Lempar Tanggungjawab Ke Jokowi

SELASA, 08 MEI 2018 | 05:29 WIB | LAPORAN:

Puluhan ibu-ibu korban penggusuran proyek Jalan Tol Batang-Semarang menangis histeris saat diminta untuk meninggalkan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (7/5).

Mereka menangis karena bingung harus tinggal dimana. Di sisi lain pemerintah Kabupaten Kendal belum menyiapkan penampungan sementara.

Rusunawa yang dijanjikan Pemkab Kendal juga belum disiapkan sehingga sebanyak 140 warga berencana mendirikan rumah tenda di sekitar proyek tol.


Sebelas hari lamanya para pengungsi korban gusuran proyek tol Semarang-Batang bertahan tinggal di halaman gedung DPRD Kendal.

Mereka merasa terusir baik dari rumahnya maupun dari halaman gedung dewan gara-gara proyek tol.

Kepastian tentang nilai ganti rugi yang layak juga masih dinanti ratusan pengungsi ini, bahkan beberapa hari lalu perwakilan warga juga sudah bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon. Namun hingga kini, hasil dari pertemuan tersebut juga belum ada.

Rikanah, salah seorang korban penggusuran tol, mengaku, kecewa dengan sikap Pemkab Kendal yang tidak peduli dengan nasib warganya.

Apalagi selama tinggal dan menginap di gedung DPRD Kendal, warga mengaku banyak mendapatkan ancaman agar segera pergi meninggalkan halaman gedung dewan.

"Kami mau tinggal dimana lagi, lalu pada siapa lagi kami mengadu. Bupati Kendal baru satu kali menemui kami, saat pertama kemarin. Meski kami terusir dari sini, kami akan kembali tinggal lagi disini," katanya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Perwakilan warga korban penggusuran tol, Hasan Alimin, mengatakan, sesuai kesepakatan memang warga harus meninggalkan gedung DPRD.

Karena belum jelas akan tinggal dimana, semua warga korban penggusuran tol terus berjuang dan mendirikan tenda di sekitar proyek pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang.

"Kami tetap akan berjuang dan meminta hak kami," katanya.

Ketua DPRD Kendal, Prapto Utono, mengatakan, pihaknya sudah berupaya membantu warga dengan bertemu anggota DPR RI dan Ombusdman, namun hasilnya belum jelas.

Dia juga mengaku sudah mengirim surat kepada Bupati Kendal terkait tempat penampungan yang akan dijadikan tempat tinggal sementara warga korban penggusuran proyek tol, namun belum ada jawaban.

Ganti rugi yang diberikan pemerintah dinilai tidak adil karena banyak ukuran yang tidak sesuai sehingga warga meminta untuk dilakukan pengukuran ulang.

"Kami hanya bisa membantu sebatas itu saja dan kewenangannya ditangan Presiden," ujarnya. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya