Berita

Anthony Leong dan Sandiaga Uno/Dok

Nusantara

Pakar: Anies-Sandi Bisa Lacak Dalang Intimidasi Lewat Face Recognition

MINGGU, 06 MEI 2018 | 07:50 WIB | LAPORAN:

Pakar digital, Anthony Leong mendorong Anies Baswedan-Sandiaga UNO menerapkan penggunaan teknologi face recognition (fitur pengenalan wajah) untuk melacak oknum yang kerap menjadi provokator kericuhan di tempat umum.

"Sudah jadi rahasia umum bahwa di balik aksi unjuk rasa atau intimidasi kepada kelompok tertentu itu selalu ada yang mengkoordinir. Bahkan tidak jarang terungkap bahwa satu orang bisa menjadi ‘dalang’ di balik berbagai aksi demo. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih jeli dalam melihat hal itu, face recognition ini bisa menjadi solusi," kata Anthony yang merupakan Tim Pemenangan Anies- Sandi ini melalui keterangan tertulisnya.

Fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini berpendapat, padatnya kerumunan orang di lokasi terjadinya kericuhan sering kali menyulitkan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku provokator dan aksi kriminal lainnya sehingga memungkinkan oknum kejahatan dapat dengan mudahnya lolos dari pemantauan. Sementara, face recognition dapat mengindetifikasi pelaku di tempat umum.


Anthony memaparkan, teknologi face recognition memiliki beberapa keunggulan tidak hanya mendeteksi wajah, ada analisis data di sana bagaimana sikap atau perilaku kesehariannya.

"Semacam behavior analysis," jelasnya.

"Sudah saatnya Jakarta memiliki teknologi yang lebih mutakhir untuk preventif dan menertibkan yang kurang baik. Ini akan kami integrasikan dengan Jakarta Smart City nantinya," imbuh Anthony.

Anthony menambahkan, fitur face recognition sudah banyak digunakan di negara - negara maju seperti di Inggris dan Tiongkok untuk mengidentifikasi pelaku pencurian di tengah kerumunan, bahkan membantu mengeliminasi kecurangan saat Pemilihan Umum.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada kemungkinan hoaks di balik viral video intimidasi dari massa #2019GantiPresiden terhadap massa #DiaSibukKerja.

Ia pun meminta Jakarta Smart City memeriksa keaslian video yang diduga memuat peristiwa pada Car Free Day (CFD), di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/4).

"Sekarang kan sudah ada teknologinya tuh bikin video hoaks. Jadi aku lagi minta Smart City pastikan dulu," ujar Sandi di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/1) lalu. [wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya