Berita

Politik

Aktivis Mahasiswa 77/78 Kampanye Gerakan Anti Politik Uang Di Pilkada, Pemilu dan Pilpres

MINGGU, 15 APRIL 2018 | 21:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat nampak antusias membubuhkan tandatangan di atas kain putih bertuliskan 'Tolak Politik Uang'.

Kain putih sepanjang 20 meter itu dibentangkan sejumlah aktivis 77/78 saat kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (15/4) pagi.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan rasa tanggung jawab aktivis 77/78 terhadap keselamatan dan masa depan bangsa dan negara atas ancaman nyata politik uang.


"Tidak kurang 300 bupati dan walikota serta puluhan gubernur ditahan KPK karena menerima dan memberi suap. Begitu pula, anggota parlemen (DPR, DPRD) di seluruh Indonesia," demikian pernyataan tertulis aktivis 77/78 kepada redaksi.

Para aktivis 77/78 yang pernah berjuang di masa menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta tahun 1977 untuk mewujudkan demokrasi dan pemerintahan yang bersih (clean government), sangat prihatin melihat Indonesia saat ini. Menurut mereka politik uang dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden-wakil pesiden telah menjadi masalah besar dalam kehidupan demokrasi di Indonesia.

Gerakan anti politik uang diluncurkan para aktivis mahasiswa 77/78 dari Jakarta dan Bandung. Selain petisi, peluncuran dilakukan dengan melepas 500 balon ke udara. Petisi gerakan anti politik uang ini dipimpin Soekotjo Soeparto, Lukman Hakim, Musni Umar, Jimmy Siahaan, Evert Matulessy,  Krishnan Moelyono, Sismulyanda dan Henny Andreas. Adapun dari dari Bandung hadir Haerul, Alben, Roel Sandre, Elyan H, dan Pepen.

Turut hadir dan berorasi para mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Rencananya kain putih yang penuh ditandatangani masyarakat dengan permintaan supaya koruptor dihukum mati tersebut akan diserahkan ke KPK.[dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya