Berita

Politik

Klarifikasi Panitia Rakornas Gerindra Soal Protes Sopir Angkot

KAMIS, 12 APRIL 2018 | 22:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Gerindra mengeluarkan klarifikasi atas informasi yang muncul di sejumlah media cetak dan daring mengenai jasa angkutan umum atau angkot yang belum dibayar dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra di Hambalang, Rabu (11/4).

Klarifikasi atas pemberitaan protes sopir angkot yang mengeluhkan keterlambatan pembayaran ini disampaikan langsung oleh Person in Charge (PIC) atau Penanggung Jawab Rakornas Gerindra Riefky Pranata.


"Pertama, untuk menghindari kemacetan di jalan lingkungan sekitar lokasi acara dan menghindari penggunaan kendaraan besar (bus) maka dibuatkan kantong parkir untuk seluruh kendaraan undangan yang berjarak 2 hingga 5 km dari lokasi," terang Riefky sebagaimana diberitakan Kantor Berita Pemilu, Kamis (12/4) malam.



Kemudian, lanjut Riefky, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dalam hal transportasi, panita melakukan kerjasama dengan pelaku usaha transportasi umum seperti angkot dan ojek. Termasuk, bekerja sama dengan 186 angkutan kota.


Lewat kerjasama tersebut, terangnya, disepakati sebagai sewa selama acara berlangsung dan dibayar setelah selesai acara melalui koordinator setiap angkot.


"Tetapi dikarenakan hanya untuk antar-jemput undangan dan agenda acara hingga pukul 11 malam, maka Panitia memberikan toleransi setelah mengantar undangan pada pagi hari hingga sore hari," papar Riefky.


Para sopir angkot pun dibebaskan untuk "narik" seperti biasa di trayek masing. Serta kembali bertugas menjemput peserta undangan di lokasi acara menuju kantong parkir.


Riefkly menambahkan, proses pembayaran atas bantuan dan kerjasama dari para sopir angkot sudah dibayarkan sejak pukul 00.00 WIB setelah acara selesai.

"Semua nomor plat angkot yang terikat kerjasama pun didata dengan baik untuk pertanggung jawaban," pungkasnya.


Dalam pemberitaan media disebutkan bahwa ratusan sopir angkot dari berbagai trayek di Bogor, berusaha mendatangi panitia temu kader dan Rakornas Partai Gerindra.


Mereka menagih perjanjian pembayaran yang bervariasi dari panitia Rakornas, dengan kisaran bayaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Para sopir angkot tersebut diminta menjemput para peserta Rakornas ke kediaman Prabowo dari berbagai hotel yang tersebar di wilayah Bogor. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya