Berita

Mohammad Iqbal/RMOL

Hukum

Polri Akui Sudah Maksimal Ungkap Kasus Novel

KAMIS, 12 APRIL 2018 | 04:27 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Meski telah genap satu tahun, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum bisa terungkap.

Polri yang menangani kasus ini mengaku telah bekerja maksimal di tengah sorotan publik yang hingga kini belum ditemukan siapa aktor dan dalang di balik penyiraman itu.

"Menunjukkan kerja keras yang sangat signifikan sampai hari ini ya, lebih dari 80 saksi sudah kita periksa," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (11/4).


Dari hasil pemeriksaan 80 saksi itu, penyidik telah mendapatkan petunjuk juga keterangan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, ucap mantan Kapolres Jakarta Utara ini, Kepolisian terus bergerak ke depan dalam upaya mengungkap peristiwa yang menyebabkan mata kanan Novel buta.

"Artinya tim bergerak maju ke depan progres gitu kan sketsa wajah sudah kita sebar, upaya lain hotline sudah kita bentuk, berbagai informasi-informasi dari masyarakat sudah ada kita sudah jemput bola untuk informasi itu, ada yang korelasinya tapi juga ada yang tidak ada korelasinya," bebernya.

Saking seriusnya, lanjut Iqbal, Polri telah meminta kepada KPK untuk membantu dengan membentuk tim guna melakukan koordinasi tukar menukar informasi.

"PMJ (Polda Metro Jaya) dari langkah awal kalau ada titik 0 kita sudah melangkah hampir titik 100 lebih untuk ungkap penyerangan terhadap saudara NB," tuturnya.

Persoalan mengapa kasus ini lama, menurut Iqbal, hal itu tidak menjadi acuan, pasalnya ada kasus yang mudah diungkap ada yang susah.

"Tidak bisa dipukul rata dong. Ada yang di Jaktim cepat terungkap, tapi banyak juga yang lama, kayak (kasus) Akseyna. Bahkan di Paris International, Malaysia Airlines belum terungkap, memang tingkat kesulitannya berbeda-beda, tapi yang harus dicatat bahwa kepolisian dalam hal ini PMJ bergerak sangat maju ke depan," pungkas Iqbal. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya