Berita

Foto: Net

Politik

Gema 77-78 Galang Gerakan Lawan Politik Uang Di Bundaran HI

RABU, 11 APRIL 2018 | 20:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Politik uang dalam gelaran pesta demokrasi tidak hanya berujung pada perilaku korup kepala daerah, tapi juga membunuh perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Selain itu, politik uang juga merendahkan harkat dan martabat masyarakat, mematikan kaderisasi pemimpin secara sehat, serta menjadi jebakan batman buat rakyat.

Atas alasan itu, aktivis Pergerakan Gema 1977-1978 (Gema 77-78) akan menggalang Gerakan Melawan Politik Uang dalam acara Car Free Day (CFD) DKI Jakarta pada hari Minggu (15/4) besok.


Korlap Aksi Gema 77-78 di CFD DKI Jakarta Khrisnan Moelyono menjelaskan bahwa politik uang yang ditebar calon akan berbuah pada korupsi uang negara di kemudian hari.

 Dana politik uang ini akan dibarter oleh kepala daerah terpilih dengan akses berbagai kemudahan bagi penyokong modal dan para cukong politik, yang merugikan kepentingan masyarakat.

"Terbukti sekitar 343 kepala daerah, dan ratusan anggota DPRD terlibat perkara korupsi di Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK, termasuk beberapa pimpinan legislatif, eksekutif, dan yudikatif tingkat nasional," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (11/4).

Prihatin politik uang akan mengarah ke demokrasi kriminal, Gema 77-78 telah mendeklarasikan Gerakan Melawan Politik Uang di Gedung Dewan Pers pada 7 Desember 2017.

Demi memasifkan gerakan tersebut, Gema 77-78 akan terus menggunakan jaringan nasional untuk mengkoordinasikan Gerakan Melawan Politik Uang, baik dalam Pilkada Serentak 2018, maupun Pemilu 2019.

"Salah satunya dengan kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat agar menolak politik uang dalam segala bentuknya, di Car Free Day di berbagai kota besar," jelasnya.

Jika sebelumnya, Gema 77-78 menggelar aksi itu di CFD Dago dan CFD Buah Batu Bandung, maka pada hari Minggu (15/4) kegiatan serupa akan digelar di CFD Bunderan HI, Jakarta.

"Aksi akan dimulai pada pukul 06.00 hingga pukul 10.00," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya