Politik uang dalam gelaran pesta demokrasi tidak hanya berujung pada perilaku korup kepala daerah, tapi juga membunuh perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik.
Selain itu, politik uang juga merendahkan harkat dan martabat masyarakat, mematikan kaderisasi pemimpin secara sehat, serta menjadi jebakan batman buat rakyat.
Atas alasan itu, aktivis Pergerakan Gema 1977-1978 (Gema 77-78) akan menggalang Gerakan Melawan Politik Uang dalam acara Car Free Day (CFD) DKI Jakarta pada hari Minggu (15/4) besok.
Korlap Aksi Gema 77-78 di CFD DKI Jakarta Khrisnan Moelyono menjelaskan bahwa politik uang yang ditebar calon akan berbuah pada korupsi uang negara di kemudian hari.
Dana politik uang ini akan dibarter oleh kepala daerah terpilih dengan akses berbagai kemudahan bagi penyokong modal dan para cukong politik, yang merugikan kepentingan masyarakat.
"Terbukti sekitar 343 kepala daerah, dan ratusan anggota DPRD terlibat perkara korupsi di Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK, termasuk beberapa pimpinan legislatif, eksekutif, dan yudikatif tingkat nasional," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (11/4).
Prihatin politik uang akan mengarah ke demokrasi kriminal, Gema 77-78 telah mendeklarasikan Gerakan Melawan Politik Uang di Gedung Dewan Pers pada 7 Desember 2017.
Demi memasifkan gerakan tersebut, Gema 77-78 akan terus menggunakan jaringan nasional untuk mengkoordinasikan Gerakan Melawan Politik Uang, baik dalam Pilkada Serentak 2018, maupun Pemilu 2019.
"Salah satunya dengan kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat agar menolak politik uang dalam segala bentuknya, di Car Free Day di berbagai kota besar," jelasnya.
Jika sebelumnya, Gema 77-78 menggelar aksi itu di CFD Dago dan CFD Buah Batu Bandung, maka pada hari Minggu (15/4) kegiatan serupa akan digelar di CFD Bunderan HI, Jakarta.
"Aksi akan dimulai pada pukul 06.00 hingga pukul 10.00," tukasnya.
[ian]