Berita

Advertorial

Tol Bocimi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jabar Bagian Selatan

RABU, 11 APRIL 2018 | 02:45 WIB | LAPORAN:

. Kehadiran Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sepanjang 54 km dapat menjadi jalan alternatif menuju Jawa Barat bagian selatan terutama bagi angkutan logistik yang selama ini harus berhadapan dengan kemacetan pada ruas jalan Ciawi-Cigombong-Cicurug-Cibadak.

Semakin lancarnya konektivitas diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah Sukabumi serta mendukung kawasan wisata Pelabuhan Ratu.

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Minggu (8/4), meninjau lokasi pembangunan Tol Bocimi Seksi I Ciawi-Cigombong.


Pembangunan Tol Bocimi dibagi menjadi empat seksi, antara lain Seksi I Ciawi-Cigombong 15,3 km, Seksi II Cigombong- Cibadak 11,9 km, Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat 13,7 km, serta Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur 13 km.

"Kita harapkan bulan Juli 2018, dari Ciawi sampai Cigombong sepanjang 15,3 km sudah dibuka. Penyelesaian akan dilanjutkan dari Cigombong sampai Cibadak ditargetkan selesai pada 2019. Sedangkan untuk sampai Sukabumi Timur akan selesai tahun 2020. Beroperasinya tol dari Ciawi sampai Cigombong saja sudah mengurangi kemacetan yang lumayan besar. Apalagi nanti akan selesai sampai Cibadak, karena saat ini paling macet ada di Cibadak," kata Presiden  

Pembangunannya menggunakan dana investasi badan usaha jalan tol (BUJT) PT Trans Jabar Toll dengan saham mayoritas dimiliki oleh PT Waskita Toll Road dengan nilai investasi sebesar Rp 15,95 triliun.

Sementara itu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pengerjaan Tol Bocimi tidak mudah karena topografinya merupakan pengunungan dengan risiko pergerakan tanah yang cukup tinggi, seperti Tol Cipularang. Selain itu curah hujan yang tinggi juga menjadi tantangan. Menurut laporan pekerja dilapangan, lebih dari 60 persen pekerjaan dilakukan pada saat hujan turun.

"Progres konstruksi fisik Ciawi-Cigombong telah mencapai 77,39 persen dan pembebasan lahannya 98,55 persen. Jika Juli 2018 beroperasi, maka ruas ini bisa digunakan secara fungsional pada arus mudik Lebaran di bulan Juni 2018 nanti," kata Menteri Basuki.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan jika jalan Puncak I dan II difungsikan untuk akses menuju kawasan wisata, maka Tol Bocimi akan menjadi jalan alternatif yang terkoneksi dengan Jalan Lintas Selatan Jawa. Tol Bocimi akan memangkas jarak dan waktu tempuh Bogor-Sukabumi yang berjarak sekitar 67 km bila melalui jalan arteri, dari semula sekitar 5 jam menjadi sekitar 1-2 jam saja.

Kepala BPJT Herry TZ mengungkapkan, pembangunan Tol Bocimi akan dilanjutkan hingga Ciranjang dan Tol Padalarang. Saat ini masih dalam tahap perencanaan untuk kemudian tahap penetapan lokasi. [rus/***]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya