Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Inti Pesan Prabowo, NKRI Jangan Sampai Diatur Asing Apalagi Bubar

MINGGU, 25 MARET 2018 | 04:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto tentang 2030 Indonesia bubar merupakan sebuah peringatan agar seluruh elemen bangsa membela NKRI agar tidak bubar.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Fadli Zon yang mencoba menjelaskan arti dari pidato Prabowo Subianto dalam akun Twitter @fadlizon, Sabtu (24/3).

"Jangan lengah, jangan terlalu percaya diri, jangan sampai terjadi disintegrasi sosial apalagi disintegrasi teritorial. NKRI harus kuat," jelasnya.


Wakil ketua DPR RI ini kemudian menjelaskan bahwa di luar sana tentu ada pihak-pihak yang ingin Indonesia lemah agar pihak-pihak itu mendapat keuntungan. Menurutnya, kondisi ini harus dilawan agar Indonesia tetap kuat.

"Ada satu masa kita ditakuti sebagai ancaman dari utara atau ancaman di Asia Tenggara. Mereka tahu posisi RI yang strategis secara geopolitik. Kalau RI kuat secara ekonomi misalnya, ada negara-negara tetangga yang dirugikan. kalau kuat secara militer, kita jadi ancaman. Mereka ingin RI lemah," tegas Fadli.

Atas alasan itu, sambungnya, Prabowo mengeluarkan peringatan kepada elemen bangsa, khususnya kader Gerindra akar terlibat aktif dalam menjadi bagian sebagai pembela NKRI. Hanya dengan demikian, NKRI tetap utuh dan tidak akan bubar.

"Jadi inti pesan Pak Prabowo justru kita harus jaga NKRI, kita Gerindra harus jadi bagian pembela NKRI, jangan sampai diatur asing apalagi bubar," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya