Berita

Foto: Net

Medsos Bakal Jadi Alternatif MPR Sosialisasikan 4 Pilar

MINGGU, 25 MARET 2018 | 02:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sekretariat Jenderal MPR sudah melakukan berbagai cara untuk memasyarakatkan Empat Pilar. Namun demikian, hasilnya masih dirasa belum memuaskan.

Atas alasan itu, Biro Humas Majelis Permusyawaratan Rakyat RI menyelenggarakan Media Expert Meeting bersama 30 pimpinan Media Nasional, baik cetak, online, radio maupun TV di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tanggal 23 hingga 25 Maret.

Pertemuan ini membahas mengenai urgensi MPR RI memanfaatkan media sosial dalam kegiatan publikasi dan sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Tujuannya, agar Empat Pilar semakin membumi di semua lapisan masyarakat. 


"Karena itu, biro Humas MPR merasa perlu untuk mendengarkan masukan pimpinan media, terutama untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi, akibat pemakaian medsos dalam menunjang sosialisasi," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat MPR, Siti Fauziah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/3).

Titi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa tuntutan untuk membumikan Empat Pilar semakin besar. Karena itu, Sekretariat Jenderal MPR berpikir untuk memanfaatkan media sosial agar nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar bisa secara masif diterima masyarakat.

"Kesimpulan yang muncul di akhir acara itu antara lain, medsos sangat cocok menjadi alternatif membantu MPR mensosialisasikan Empat Pilar. Pesan yang dikirim melalui medsos bisa diterima masyarakat dalam jumlah yang sangat besar," jelasnya,

Namun demikian, ada catatan khusus agar penyebaran melalui medsos itu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Pesan Empat Pilar yang akan disebarkan melalui medsos harus diubah menjadi lebih ringan, menarik, dan tidak membosankan, karena muatan yang selama ini disampaikan terasa berat," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya