Berita

Andre Rosaide/Net

Politik

PSI Sedang Numpang Tenar Ke Gerindra

SABTU, 24 MARET 2018 | 01:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wasekjen Gerindra Andre Rosaide menilai ada motif lain di balik kritik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atas pidato Ketua Umum Prabowo Subianto tentang nasib Indonesia yang diprediksi akan bubar tahun 2030.

Menurutnya, kritik itu sengaja dilancarkan PSI karena ingin numpang tenar dengan Gerindra. Apalagi, kritik itu bukan kali pertama dilakukan PSI pada Gerindra.

Sebelumnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni juga melancarkan serangan kepada Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dengan menuding wakil ketua DPR RI itu sebagai penyebar informasi palsu.


"PSI itu pengen numpang tenar ke Gerindra. Mulai dari Raja Juli yang ingin numpang tenar ke Bang Fadli Zon," kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/3).

Andre menilai bahwa dugaannya ini cukup beralasan. Sebab PSI merupakan partai yang berbasis anak muda dan baru terjun di kancah politik. Sementara, Gerindra sudah berusia 10 tahun dan telah memiliki 73 kursi di DPR.

"PSI itu numpang tenar ke Gerindra. Wajar karena partai baru, supaya cepat populer coba mengaitkan diri dengan Gerindra," ujar Andre.

Jurubicara PSI Rian Ernest menyebut bahwa pidato Prabowo itu merupakan bukti Gerindra tidak kredibel dan konsisten menjadi oposisi. Sebab Gerindra selama ini dikenal dengan narasi anti asing, sementara dalam pidato tersebut Prabowo menggunakan kajian asing sebagai referensi.

“Alih-alih ingin membakar semangat kadernya, penggunaan informasi asing di muka mimbar ini justru dapat membuat publik bertanya-tanya tentang konsistensi Gerindra terhadap wacana 'anti-asing' yang sering mereka suarakan," sindir Ernest, Rabu (21/3). [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya