John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae/Dok
Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Papua nomor urut dua, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae atau yang disingkat Josua kampanye tatap muka dengan warga Namblong, Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, awal pekan ini.
Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Ketua DPD Gerindra Provinsi Papua, Yanni; Ketua DPC Kabupaten Jayapura, Lutfi Karima; dan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Natan Pahabol.
"Hari ini kita bisa kumpul bersama dan yang lebih bahagia lagi bahwa Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah menetapkan JWW sebagai calon Gubernur Provinsi Papua yang diusung oleh Partai Gerindra dan juga HMS, " kata Yanni dalam orasi politiknya di hadapan puluhan masyarakat dan para simpatisan Josua.
Untuk itu tegas Yanni, masyarakat yang ada di Nimbokram harus punya komitmen memilih gubernur dan wagub Papua yang diusung oleh Partai Gerindra.
"Jangan ada dusta di antara kita dan ini adalah ini adalah janji yang disaksikan oleh langit dan bumi, dan kalau mau ada perubahan tanggal 27 Juni jangan lupa coblos nomor urut 2, " tegasnya melalui keterangannya.
Menurut Srikandi Gerindra ini, jangan mempertaruhkan lima tahun lagi ke depan, maka tentukanlah pilihannya sekarang dengan cerdas.
Sementar itu, Habel Melkias Suwae dalam janji politiknya mengaku sudah menyiapkan konsep untuk membangun Papua dalam lima tahun ke depan. Salah satunya menjadikan distrik sebagai basis pembangunan Papua.
"Disitu ada pemerintahan diatrik yang harus diberikan kewenangan untuk pemberdayaan," kata Habel.
Apalagi, kata mantan Bupati Kabupaten Jayapura tersebut, saat ini banyak uang mengalir ke kampung-kampung, bahkan mencapai hampir Rp 1 miliar per kampung. Namun, tetap perlu ada pembinaan dan pengawasan dari kepala-kepala distrik, sehingga rakyat bisa merasakan manfaatnya.
"Tujuan pemberdayaan ini supaya orang di kampung menjadi cerdas. Oleh karena itu di distrik nanti akan ada rumpun pendidikan, rumpun kesehatan, rumpun pembangunan infrastruktur. Kita operasi di kampung dan kita kasih tahu betapa pentingnya pendidikan, kesehatan dan lainnya, sehingga kami menawarkan itu," papar HMS.
Sementara itu JWW mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang lurus pikirannya. "Meski kita tidak punya apa-apa, tapi kami punya harga diri dan harga diri itu untuk melakukan perubahan si negeri ini," katanya yang langsung disambut yel-yel menang, menang, menang.
Lebih lanjut kata JWW, angka kemiskinan Papua menempati urutan terakhir dari 34 provinsi di Indonesia. Padahal, Papua kaya sumber daya alamnya.
"Pemimpin itu hadir untuk memberikan solusi untuk rakyat bukan untuk buat masalah, seperti di Asmat ada busung lapar dan campak sehingga banyak yang mati, namun tak punya hati, justru mencari kesalahan saya. Dong bilang JWW punya masalah, padahal kau yang punya masalah lebih berat. Mari kita lihat siapa yang duluan masuk penjara, kita lihat besok," paparnya.
JWW menambahkan, mestinya pertarungan politik ini dihadapi dengan cerdas dan bermartabat. "Kalau kau punya segala sesuatu, kenapa takut. hadapi saya dengan pak Habel yang tidak punya apa-apa. Kita bermodalkan hanya niat yang tulus untuk bekerja membangun negeri ini," tandasnya.
[wid]