Berita

Foto/Net

Nusantara

Tuntaskan Masalahnya Dari Hulu, Biar Pantai Terbebas Dari Sampah

RABU, 21 MARET 2018 | 08:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ratusan petugas gabungan membersihkan sampah sejak Sabtu (17/3) di bibir pantai di kawasan hutan mangrove Eco­marine, Muara Angke, Jakarta Utara. Gunungan sampah ini mulai menumpuk sejak awal Februari 2018. Terakhir, sudah ada 50 ton sampah telah diang­kut dan dibuang ke Bantarge­bang, Bekasi.

Gubernur DKI Jakarta An­ies Baswedan turun langsung membersihkan sampah bersama petugas pelayanan prasarana dan sarana umum (PPSU), Senin (19/3). Setelah 50 ton sampah diangkut sejak Sabtu (17/3), kata Anies, masih ada 50 ton lagi yang tersisa. Sampah yang meng­gunung ini didominasi sampah plastik, seperti botol air kemasan, bungkus deterjen, hingga bung­kus makanan ringan.

"Diperkirakan masih ada 50 ton lagi sampah-sampah yang ada di sini, sampah ini mayoritas dari plastik rumah tangga yang mulai diduga terkumpul sejak akhir Desember tahun lalu, kar­ena angin barat," kata Anies.


Manajer Kampanye Urban dan Energi Wahana Lingkun­gan Hidup (Walhi) Indonesia, Dwi Sawung mengungkapkan, tumpukan sampah yang ada di Muara Angke, Jakarta Utara kebanyakan berasal dari daratan Jakarta. Untuk mencegahnya, harus dimulai dari darat.

"Selama persoalan sampah di daratan tidak diatasi, tumpukan sampah di pesisir hutan bakau Muara Angke akan terus bertam­bah," kata Sawung di Jakarta.

Bisa jadi, lanjutnya, rekla­masi menjadi penyebab menum­puknya sampah di pesisir Teluk Jakarta ini. Karena pulau rekla­masi, arus laut berubah. Peruba­han arus laut, kata Sawung, bi­asanya terjadi pada bulan-bulan ini. Sampah pun harusnya mem­banjiri Pulau Pari, Kepulauan Seribu, bukan di pesisir hutan mangrove.

"Ini harus diteliti lebih dulu, apa karena ada reklamasi, ada sampah masuk situ, bisa enggak sampahnya tertarik lagi sama arus air. Jangan-jangan karena reklamasi, enggak ketarik lagi ke laut," ungkap Sawung.

Sementara Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga menegaskan, Pemprov DKI tak bisa setengah-setengah me­nangani persoalan sampah laut ini. Upaya pengurangan sampah harus dimulai dari hulu.

Pengurangan sampah mesti dilakukan secara berjenjang, dari mulai tingkat rumah tangga, RT/RW, kompleks permukiman, kelurahan, kecamatan, hingga kota. "Kalau sampah sudah dip­ilah sejak RT, maka sampah or­ganik sudah habis di sumbernya. Sampah anorganik bisa selesai di bank sampah atau diolah dan dijual kembali," ungka Nirwono saat berbincang.

Nantinya, jika sudah dipilah, sampah yang akan dibuang atau diangkut ke TPA berkurang secara signifikan, karena yang tersisa dan dibawa ke TPA atau hanya residu.

Ditegaskannya, kegiatan pem­bersihan sampah saat ini tak bakal efektif jika tidak ada tin­dakan tegas kepada warga yang membuang limbah dan sampah ke sungai atau menutup pabrik yang membuang limbahnya ke sungai. Selain itu, harus ada tata ulang kawasan di tepi bantaran kali dan meningtensifkan kerja sama dengan daerah hulu sun­gai. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya