Berita

Foto/Net

Nusantara

Uang Muka Ditalangi Tapi Bukan Cuma-cuma

Rumah DP 0 Rupiah Hanya 9.772 Unit
SENIN, 19 MARET 2018 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan sebanyak 300 ribu unit rumah dengan uang muka alias down payment (DP) 0 rupiah seperti ditargetkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno selama lima tahun.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Pemprov DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan, dalam lima tahun ditargetkan 9.772 unit hunian DP 0 rupiah di DKI Jakarta. Target pembangunan itu dihitung dari in­ventarisasi dan pemetaan yang sudah dilakukan.

Tuty menambahkan, Pemprov DKI Jakarta tidak memberikan subsidi apa-apa untuk warga yang membeli rumah DP 0 rupiah. Dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peru­mahan (FLPP), DP rumah yang dibebankan kepada masyarakat adalah 1 persen.


Sesuai namanya, rumah DP 0 rupiah tidak membebankan DP apa pun kepada pembeli. DP atau uang muka itu akan ditalangi oleh Pemprov DKI dengan menggu­nakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terlebih dahulu. Namun perlu digaris­bawahi, uang muka itu hanya ditalangi, bukan disubsidi.

"Jadi bukan diberi cuma-cuma dan juga bukan hibah. Pemprov DKI menyediakan fasilitas agar para target DP Rp 0 ini apabila skemanya di awal diperlukan DP, dia enggak cari sendiri, (tetapi) ditalangi,"  ujarnya.

Nantinya, pembayaran uang muka akan masuk ke dalam skema cicilan pembeli rumah DP Rp 0. Uang muka tidak harus se­lalu ditalangi oleh Pemprov DKI Jakarta. Pihak bank juga bisa memberikan talangan DP itu.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permuki­man DKI Jakarta Agustino Dar­mawan mengatakan, pembiayaan akan menggunakan skema FLPP. Dalam skema FLPP, bunga yang dibebankan kepada masyarakat hanya 5 persen.

Agustino memastikan bunga cicilan rumah DPRp 0 juga 5 persen. Namun jika suku bunga yang diberikan lebih dari 5 persen, akankah Pemprov DKI menanggung sisanya? "Pedomannya FLPP saja yaitu 5 persen. Kalau (bunga) lewat 5 persen, saya enggak bilang akan subsidi ya. Saya belum berani statement ada subsidi atau tidak kalau lebih dari 5 persen,"  ujarnya.

Agustino belum bisa memas­tikan Pemprov DKI Jakarta me­nanggung bunga cicilan itu.

Fakta ini meleset dari janji Anies saat berkampanye lalu, targetnya 300.000 unit rumah dalam waktu 5 tahun. "Kita me­nyasar sejak kampanye 250-300 ribu unit. Itu angka totalnya," kata Anies belum lama ini.

Bahkan, saat launching rusu­nami Klapa Village, Anies sem­pat berujar bahwa salah satu janjinya akhirnya ditepati.

"Jadi, kami merasa bersyukur salah satu janji yang paling dapat perhatian sudah kami tunaikan dan mulai kami kerjakan," katanya.

Peneliti Senior Indonesia Public Institute Karyono Wi­bowo mengatakan, Pilkada DKI Jakarta harus menjadi pelajaran penting agar seorang calon kepala daerah saat berkampanye tidak memberikan janji-janji muluk.

"Jadi janji itu harus mem­perhatikan aturan, kewenangan kepala daerah dan kemampuan anggaran," kata Karyono.

Menurutnya, 23 janji kampa­nye Anies-Sandi saat kampanye lalu menjadi sorotan. Terutama soal rumah DP 0 rupiah yang se­dari awal memang terlihat ganjil. Kemudian, saat realisasi pun terlihat sangat tidak konsisten.

"Awalnya dijanjikan DP sepenuhnya ditanggung pemprov. Kemudian kepala dinas peruma­han juga mengatakan, bunga akan disubsidi sehingga warga hanya perlu membayar pokok utang. Be­lakangan semua direvisi, DP tidak disubsidi skema pembiayaan pun menumpang program sejuta rumah milik pemerintah pusat," tegasnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya