Berita

Nusantara

Bappenas Belajar Kepemimpinan Daerah Ke Banyuwangi

JUMAT, 16 MARET 2018 | 02:39 WIB | LAPORAN:

. Keberhasilan Bupati Banyuwangi dalam menggerakkan birokrasinya melahirkan berbagai program inovatif, menjadi inspirasi tersendiri bagi Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementrian PPN/Bappenas).

Dipimpin Kepala Biro Perencanaan, Organisasi dan Tata Laksana, Bappenas, Rohmad Supriyadi, sebanyak 25 orang Bappenas pada Kamis (15/3) datang ke Banyuwangi untuk sharing langsung dengan Bupati Abdullah Azwar Anas terkait kiat memimpin daerah.

Dijelaskan Rohmad, Bappenas tengah menjalankan road map reformasi birokasi. Beberapa praktek yang dijalankan Banyuwangi, kata dia, telah mencerminkan reformasi di tubuh birokrasinya.


"Saat ini kami sedang menjalankan road map reformasi birokrasi, kami butuh ilmu dan praktek seperti ini. Lewat sharing langsung semacam ini, kita akan lebih mudah menyerapnya," kata Rahmad.

Ditambahkan Rohmad Banyuwangi kini telah menjadi salah satu daerah di Indonesia yang telah bertransformasi dengan baik. Khususnya di sektor pariwisata yang dinilainya turut andil meningkatkan kesejahteraan warganya. Kemajuan ini, menurut dia, tentunya tidak bisa dicapai tanpa ada leader yang kuat.

"Inilah ingin kami tahu, bagaimana kiat-kiat Pak Bupati menerapkan prinsipi-prinsip kebijakannya. Serta bagaimana cara mendeliver perintahnya ke bawah sehingga birokrasinya mampu melaksanakan programnya dengan baik," tanya Rohmad.

Anas pun menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus membuat skala prioritas yang harus diselesaikan. "Kita harus fokus pada masalah apa yang harus kita selesaikan, lalu dipikirkan penyelesaiannya. Solusinya ini macam-macam, kita harus kreatif menyelesaikannya," kata Anas.

"Terkait kebijakan, setiap keputusan yang diambil pemimpin harus punya publik value. Karena keputusan yang tidak punya publik value tidak akan bertahan lama dan kesuksesan akan rendah," kata Anas.

Anas menambahkan PNS di Banyuwangi merupakan kunci penting suksesnya pembangunan di deerah. PNS harus selalu dipahamkan dan dilibatkan dalam setiap kebijakan pembangunan.

"PNS itu kuncinya, kita harus membangun internal service. Sebelum program yang kita buat kita bawa keluar, kami selalu yakinkan dulu yang di dalam. Sehingga mereka bisa menyampaikan keluar dan masyarakat memahaminya," pungkas Anas. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya