Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Holding Migas Harus Terlebih Dulu Disetujui DPR

RABU, 14 MARET 2018 | 14:49 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pelaksanaan kebijakan holding migas perusahaan BUMN yang tertuang melalui PP No 6 tahun 2018 harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Komisi VI DPR.

Hal ini ditegaskan anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso dalam Rapat Panja dengan Pertamina di gedung Nusantara I Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

"Holding itu jangan sampai dilakukan sebelum ada persetujuan dengan komisi 6 dahulu," ujar Bowo.


Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) disingkat PGN/PGAS pada 25 Januari 2018, 77,8 persen pemegang saham PGN telah menyetujui agar perseroan menjadi anggota holding BUMN migas. Artinya, para pemegang saham telah menyetujui emiten berkode saham PGAS itu menjadi anak usaha Pertamina.

Politisi Golkar ini menilai bahwa PP 6/2018 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perseroan (Persero) PT Pertamina yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo ini berdampak pada internal Pertamina dan tentu merugikan negara.

"PP ini jelas merugikan Pertamina dan manajemen PGN pun merugikan negara," ujar Bowo.[wid]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya