Berita

Nusantara

PILGUB JABAR

Unggul Saat Debat, Paslon Rindu Berhasil Yakinkan Pemilih

RABU, 14 MARET 2018 | 01:56 WIB | LAPORAN:

. Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Litbang Kompas kepada responden warga Jawa Barat yang menonton acara debat publik Cagub dan Cawagub Jabar 2018, Selasa malam (12/3), menempatkan pasangan calon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) unggul dibanding paslon lain.
 
Rindu memperoleh apresiasi tertinggi sekitar 41,2 persen dari publik Jabar yang menonton debat di Kompas TV. Paslon ini mendapat nilai rata-rata baik dalam penguasaan masalah, program kerja dan cara berkomunikasi. 

Posis kedua ditempati paslon Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi dengan 32,0 persen, kemudian disusul paslon TB Hasanuddin-Anton Charliyan (8,3 persen) persen dan Sudrajat-Akhmad  Syaikhu (4,1 persen).


Jajak pendapat dilakukan Litbang Kompas melalui telepon kepada warga Jabar yang menonton acara tersebut. Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai performa masing-masing pasangan calon.

Menanggapi hasil jajak pendapat Litbang Kompas, kandidat Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, pada dasarnya pasangan Rindu memberikan jawaban yang sangat praktikal mudah dipahami, sehingga dalam proses debat tidak beretorika, menggunakan kalimat-kalimat yang panjang.

"Kami fokus pada pertanyaan, pada solusi," ujarnya dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Selasa malam (13/3).

Kenapa banyak mengutip Bandung, lanjut Ridwan Kami, karena pada dasarnya setengah dari visi misi Rindu yang bagus di Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya tentulah akan dibawa ke level Jabar. Jawaban-jawaban yang praktikal di waktu yang pendek, kelihatannya membuat gaya komunikasi paslon Rindu lebih mudah dipahami.

"Jika hasilnya ternyata mendapat respon positif itu artinya itu sesuai dengan harapan kami," kata Kang Emil sapaan akrab Walikota Bandung itu. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya