Target pengurangan angka kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan akan tetap sama hingga tahun 2019. Kalaupun ada perubahan, persentasenya terbilang kecil.
Hal ini sebagaimana hasil kajian rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2019.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel Ekowati Retnaningsih menjelaskan bahwa sinkronisasi dalam bentuk kajian bersama yang dilakukan itu adalah panduan bagi seluruh stakeholder di Provinsi Sumsel dalam menyusun RKPD 2019 mendatang.
Rancangan Tema dan Prioritas Nasional RKP 2019 untuk prioritas nasional bertemakan pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas ini meliputi pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar.
Kemudian pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri dan jasa produktif. Selanjutnya, pemantapan ketahanan energi, pangan, dan ketahanan sumber daya air. Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.
"Sasaran RPJMN gini rasio 0,36 untuk tingkat kemiskinan mencapai 7 hingga 8 persen. TPT 4 hingga 5 persen sedangkan IPM 71,98 persen," tuturnya saat rapat sinkronisasi untuk rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) tahun 2019 di Griya Agung beberapa waktu lalu.
Sedangkan untuk arahan nasional pengembangan Sumsel tahun 2019, proyeksi tahun 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen dengan tingkat kemiskinan maksimal 13 persen dan tingkat pengangguran terbuka maksimal 4 persen.
"Proyeksi 2019 ini sebenarnya hampir sama dengan proyeksi kinerja 2017. Dimana pertumbuhan ekonomi Sumsel 2017 adalah 5,56 persen atau hanya berani naik 0,03 persen," sambung Ekawati seperti diberitakan
RMOLSumsel.com.Sementara untuk tingkat kemiskinan, Pemprov Sumsel belum berani berspekulasi mengurangi angka kemiskinan. Di tahun 2017 angka kemiskinan maksimal Sumsel mencapai 12,69 persen atau diproyeksi naik hingga 0,31 persen.
Demikian juga angka pengangguran Sumsel, tetap tidak perubahan hingga tahun depan, yakni 4 persen. Hal yang sama untuk Gini Rasio yang tetap di angka 0,36 persen. Gini Rasio adalah penggambaran kesenjangan ekonomi di suatu wilayah. Semakin kecil angka gini rasio maka semakin baik kesenjangannya.
Meskipun tidak berubah, namun secara nasional, gini rasio Provinsi Sumsel lebih baik 0,03 persen.
[ian]