Berita

Ilustrasi/Amelia Fitriani

Jaya Suprana

Lontong Cap Go Meh

SENIN, 05 MARET 2018 | 07:23 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

LONTONG Cap Go Meh merupakan satu di antara makanan kegemaran saya . Adalah sahabat saya , sang tokoh gastronomi Nusantara, Indrakarona Ketaren yang menyadarkan saya tentang latar belakang kebudayaan Lontong Cap Go Meh

Lontong Cap Go Meh

Menurut mas Indrakarona , Lontong Cap Go Meh merupakan akulturasi tradisi China dan Jawa. Bentuk dan kepadatan lontong merupakan simbolisme, yang dianggap berlawanan dengan bubur yang encer yang sering dikaitkan dengan kesialan jika disajikan saat perayaan Cap Go Meh.Bentuk lontong yang panjang dianggap melambangkan panjang umur, telur melambangkan keberuntungan, dan santan yang dibumbui kuah kunyit berwarna keemasan melambangkan emas dan keberuntungan. Lontong dipilih menjadi sajian khas Cap Go Meh agar tahun baru dipenuhi dengan keberuntungan.

Lontong Cap Go Meh adalah masakan adaptasi kaum peranakan China Indonesia terhadap masakan Indonesia, tepatnya masakan Jawa. Hidangan ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.Lontong Cap Go Meh biasanya disantap keluarga keturunanChina di pulau Jawa pada saat perayaan Cap go meh, yaitu empat belas hari setelah Imlek atau tepatnya hari kelima belas bulan 1 penanggalan imlek. Akan tetapi kini hidangan ini juga kerap disajikan kapan saja, tidak hanya ketika perayaan Cap Go Meh.

Lontong Cap Go Meh adalah masakan adaptasi kaum peranakan China Indonesia terhadap masakan Indonesia, tepatnya masakan Jawa. Hidangan ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk.Lontong Cap Go Meh biasanya disantap keluarga keturunanChina di pulau Jawa pada saat perayaan Cap go meh, yaitu empat belas hari setelah Imlek atau tepatnya hari kelima belas bulan 1 penanggalan imlek. Akan tetapi kini hidangan ini juga kerap disajikan kapan saja, tidak hanya ketika perayaan Cap Go Meh.

Asal Mula

Menurut mas Indrakarona , pengaruh masakan China tampak jelas pada adaptasinya ke dalam masakan Indonesia, misalnya mie goreng, lumpia, bakso, dan siomay. Akan tetapi pengaruh ini juga berlaku dua arah. Peranakan China yang telah sekian lama bermukim di Nusantara sangat dipengaruhi oleh selera masakan Indonesia. Lontong cap go meh adalah adaptasi China Indonesia terhadap masakan lokal Indonesia.Para pendatang China pertama kali bermukim di kota-kota pelabuhan di pesisir utara Jawa, misalnya Semarang, Pekalongan, Lasem, dan Surabaya. Hal ini berlangsung sejak zaman Majapahit. Pada saat itu hanya kaum laki-laki etnis China yang merantau ke Nusantara, mereka menikahi perempuan Jawa penduduk lokal, hal ini melahirkan perpaduan budaya Peranakan-Jawa.Untuk merayakan Imlek, saat Cap go meh, kaum peranakan Jawa mengganti hidangan yuanxiao (bola-bola tepung beras) dengan lontong yang disertai berbagai hidangan tradisional Jawa yang kaya rasa, seperti opor ayam dan sambal goreng.Dipercaya bahwa hidangan ini melambangkan asimilasi atau semangat pembauran antara kaum pendatang China dengan penduduk pribumi di Jawa. Dipercaya pula bahwa lontong cap go meh mengandung perlambang keberuntungan, misalnya lontong yang padat dianggap berlawanan dengan bubur yang encer. Hal ini karena ada anggapan tradisional China yang mengkaitkan bubur sebagai makanan orang miskin atau orang sakit, karena itulah adalah tabu menyajikan dan memakan bubur ketika Imlek dan Cap go meh karena dianggap ciongatau membawa sial. Bentuk lontong yang panjang juga dianggap melambangkan panjang umur. Telur dalam kebudayaan apapun selalu melambangkan keberuntungan, sementara kuah santan yang dibubuhi kunyit berwarna kuning keemasan, melambangkan gemerlap emas dan keberuntungan.

Peranakan Jawa

Mas Indrakarona meyakini bahwa Lontong Cap Go Meh merupakanfenomena khusus Peranakan-Jawa. Kaum peranakan di Semenanjung Malaya, Sumatera, dan Kalimantan semula tidak mengenal hidangan ini. Tradisi memakan lontong tidak dikenal dalam perayaan Imlek masyarakat keturunan China di Kalimantan. Akan tetapi hidangan ini dikaitkan dengan perayaan Imlek di kawasan pecinan di kota-kota di pulau Jawa, terutama di kota utama saya yaitu Semarang. Karena masyarakat Betawi banyak dipengaruhi kebudayaan peranakan China, Lontong Cap Go Meh juga dianggap sebagai salah satu masakan tradisional Betawi.Lontong Cap Go Meh membuktikan bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan sukma sejati kebudayaan Nusantara. ***

Penulis adalah penggemar Lontong Cap Go Meh

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya