Berita

Bambang Soesatyo/Dok

Politik

Ketua DPR: Teladani Pluralisme dan Toleransi Buya Syafii

MINGGU, 25 FEBRUARI 2018 | 06:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua DPR, Bambang Soesatyo mengaku sangat kagum terhadap Buya Syafii Maarif.

Bagi Bamsoet, Buya Syafii adalah tokoh sekaligus guru bangsa yang selalu membimbing dan memberikan inspirasi.

"Jujur, saya bisa terpilih menjadi Ketua DPR RI tak terlepas dari nasihat dan petuah yang beliau sampaikan kepada saya selama ini. Tanpa itu, mungkin saya belum bisa mencapai posisi tinggi seperti ini dalam dunia politik. Karena saya menimba ilmu dan kearifan dari Buya, Insya Allah saya akan tetap berada di garis politik kebajikan," senyum Bamsoet saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku 'Ahmad Syafii Maarif sebagai Seorang Jurnalis' di Yogyakarta, Sabtu malam (24/2).


Bamsoet melihat di masyarakat, ketokohan Buya Syafii lebih dikenal sebagai cendekiawan, tokoh agama, Ulama, dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah. Ketokohannya sebagai seorang wartawan tidak banyak publik yang tau.

"Padahal sejak usia muda beliau adalah seorang jurnalis. Pernah menjadi korektor atau redaktur di Suara Muhammadiyah. Beliau juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia, sama seperti saya," tutur Bamsoet.

Sebagai orang yang pernah menggeluti dunia jurnalistik, Bamsoet punya kekaguman tersendiri kepada Buya Syafii. Menurutnya, analisis dan tulisan Buya sangat tajam dan mendalam.

"Keberpihakannya kepada kebenaran dan keadilan jauh melampaui para jurnalis pada umumnya. Lebih dari itu, Buya adalah sosok negarawan yang istiqomah membela kebinekaan dan kemajemukan demi keutuhan NKRI," ujar Bamsoet.

Bamsoet meyakini pandangan Buya Syafii terutama tentang pluralisme dan toleransi perlu ditularkan kepada segenap elemen bangsa.

"Di tengah politik identitas yang rentan dengan gesekan di masyarakat, serta berkembangnya paham radikalisme, justru pandangan-pandangan Buya soal pluralisme perlu kita sebarkan kepada generasi Zaman Now. Sehingga mereka tidak galau menghadapi keterbukaan di era digital yang kadang memberi efek negatif terhadap adab dan akhlak mulia," tutur Bamsoet.

Bamsoet berharap Buya terus menulis dan berkarya menyampaikan gagasan dan pemikiran untuk memberikan pencerahan kepada semua anak bangsa.

"Saya menaruh hormat dan  memberikan apresiasi atas kehadiran buku yang mengupas sepak terjang Buya Syafii sebagai seorang jurnalis. Buku ini tidak saja akan memperkaya cakrawala wawasan kita, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana melaksanakan pemikiran dan pandangan yang disampaikan beliau dalam buku tersebut," pungkas Bamsoet.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya