Berita

Foto/Net

Hukum

Minta Jasa Marga Bayari Hotel, Tapi Kuitansinya Atas Nama BPK

Sidang Auditor Sigit Yugoharto
JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 09:52 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meminta Jasa Marga membayari biaya menginap di hotel. Namun kuitansi pembayarannya atas nama BPK.

Hal itu diungkapkan Head of Internal Audit Jasa Marga, Laviana Sri Hardini ketika bersaksi di sidang suap auditor BPK Sigit Yugoharto di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

"Terdakwa (Sigit) meminta di-booking-kan (hotel)," kata Laviana. Hotel yang dipesan tim BPK adalah Best Western Premier The Hive di Cawang, Jakarta Timur. Best Western Premier The Hive di Cawang, Jakarta Timur.


Tim BPK menginap di hotel itu selama lima malam, 7-11 Agustus 2017. Sigit yang men­jadi ketua tim meminta Jasa Marga membayari tagihannya Rp 32,6 juta.

Tak hanya itu, Sigit meminta kuintansinya atas nama BPK, dengan maksud agar bisa dapat penggantian dari kantornya.

Namun Laviana tak menger­ti maksud permintaan itu. Sigit pun meradang. "Marahnya ke staf saya, Pak Andriansyah," kata Laviana.

Andriansyah lalu menyampai­kan isi percakapannya dengan Sigit di WhatsApp (WA). "Ibu kamu kok nggak baca 'sinyal'," kata Sigit kepada Ardiansyah.

Menurut Sigit, maksud per­mintaan pembayaran tagihan hotel atas nama BPK itu tak perlu diperjelas lagi.

Menanggapi kesaksian Laviana, terdakwa Sigit mengakui pernah menulis pesan 'susah sinyal' kepada Ardiansyah. Sigit menggunakan istilah itu lantaran Laviana, bos Ardiansyah banyak bertanya mengenai permintaan pemba­yaran hotel.

"Saya menjelaskan ke beliau bahwa tim BPK itu punya anggaran pemeriksaan dan pesawat, tapi beliaunya nanya terus, akhirnya (saya sebut) 'susah sinyal'," kata Sigit.

"Terus karena Ibu menanyakan terus bagaimana cara pembayarannya, Ibu bayarkan saja tapi nanti kuitansinya atas nama kita (BPK)," lanjut Sigit.

Dalam persidangan kemarin, hakim juga menanyakan ke­pada Laviana mengenai Sigit yang meminta motor Harley Davidson. Ia mengaku baru tahu ketika kasus ini diusut KPK.

Sebelumnya, Laviana pernah dihadirkan sebagai saksi perkara Setia Budi, bekas General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. Setia Budi didakwa memberikan suap mo­tor besar kepada Sigit dan mem­berikan fasilitas hiburan malam serta hotel kepada tim BPK.

Laviana mengungkapkan tim BPK meminta karaoke kepada anak buahnya. Ia menuturkan, Andriansyah yang mendampingi audit melaporkan tim mem­inta refreshing di Bandung.

Dalam dakwaan Setia Budi, jaksa membeberkan pemberianfasilitas hiburan di Havana Spa & Karaoke, Sukajadi, Bandung itu menghabiskanuang Rp 41,7 juta.

Tagihannya dibayar Jaenuddin dari PT Gienda Putra, sub­kontaktor pelaksana beberapa proyek di Jasa Marga Cabang Purbaleunyi. ***

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya