Berita

Prasetio Edi Marsudi/Net

Nusantara

Ketua DPRD: Saya Sudah Bicara Empat Mata Dengan Pak Anies

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 | 23:15 WIB | LAPORAN:

. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku sudah pernah mengingatkan Gubernur DKI Anies Baswedan bahwa kebijakan menutup Jalan Jatibaru Raya, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat merupakan pelanggaran serius.

Dengan menjadikan jalan raya sebagai lahan berjualan para pedagang kaki lima (PKL), Anies sudah melanggar pasal 12 UU Lalu Lintas dan Angkutan Umum. Anies juga sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum.

"Saya sebagai ketua DPRD sudah bicara empat mata dengan Pak Anies, saya bilang ini kebijakan jangan diterusin. Ini bahaya," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/2).


Tidak hanya berbicara empat mata, lanjut Prasetio, beberapa anggota DPRD pun sudah mengingatkan Anies secara langsung dan melalui media massa.

Namun apalah daya, Anies seakan tidak menghiraukan sehingga memantik para anggota dewan untuk menggunakan hak interpelasi untuk Anies.

"Kita mau bertanya, lo ngapain sih, yang namanya jalanan kan fasilitas umum buat aktifitas untuk cari makan," ujar politisi PDIP ini.

Terlebih, lanjut dia, penataan pasar terbesar se Asia Tenggara itu malah membuat keadaan lalu lintas semakin semrawut.

"Dari Casablanca menuju Tanah Abang sekarang udah macet. Dari Tanah Abang juga macet. Saya udah lewat semua ini bos," tutur Prasetio.

Saat ini, Fraksi PDIP dan Fraksi Partai Nasdem DKII tengah menggalang dukungan untuk menggunakan hak interpelasi terhadap Anies. dia memperkirakan penggalangan dukungan itu bakalan rampung selambat-lambatnya pada akhir bulan ini.

"Tapi sampai saat ini saya menjaga Pak Anies, tapi kalau dia enggak mau menganulir kebijakan Tanah Abang, ya saya melawan. Kita ada hak untuk bertanya. Februari akhir ini harus tuntas," pungkas Prasetio.

Pemrov DKI Jakarta menutup sebagian ruas Jalan Jatibaru Raya untuk digunakan sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) dari pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB. Para sopir angkot dan warga sekitar terpaksa harus mencari jalan alternatif.

Kebijakan ini diambil pemrov karena mau menata kawasan Pasar Tanah Abang, khususnya revitalisasi Blok G Tanah Abang. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya