Berita

RMOL

Nusantara

Punya Potensi, Kementan Dorong Luwu Utara Garap Pembibitan Sapi Potong

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 | 20:53 WIB | LAPORAN:

Potensi lahan yang dimiliki Kabupaten Luwu Utara untuk pengembangan sapi potong membuat Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan mendorong untuk menggarap pembibitan ternak sapi potong.

"Saya melihat memang belum sempurna, tapi dengan kesungguhan dan komitmen yang dimiliki oleh kepala daerah di Luwu Utara ini untuk mengoptimalkan potensi wilyahnya maka semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan," kata Dirjen PKH I Ketut Diarmita saat peletakan batu pertama pembangunan UPTD Sapi Potong Bukit Simbolong di Desa Sumilin, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, Senin (19/2).

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah sedang berupaya mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri agar terjadi lompatan populasi yang signifikan. Di antaranya melalui Upsus Siwab, penguatan UPT perbibitan, penambahan sapi indukan impor dan pengendalian pemotongan sapi betina produktif.


"Untuk pengadaan sapi indukan akan disebarkan kepada kepala daerah yang siap. Hal itu harus ditunjukkan dengan kesiapan lahan untuk penyediaan pakan," ujar Ketut.

Menurutnya, komitmen daerah dalam menyiapkan dukungan potensi lokal, baik kesiapan lahan maupun pakan yang dibutuhkan  sangat penting.

"Hasil peninjauan kesiapan daerah ini akan menjadi dasar dalam penentuan layak atau tidaknya daerah tersebut menerima bantuan pemerintah. Sehingga program akselerasi peningkatan populasi sapi dapat terlaksana dengan baik," jelas Ketut.

Sesuai rencana, Luwu Utara mendapat alokasi sekitar 400 ekor sapi jenis Brahman Cross yang nantinya ditempatkan di UPTD Sapi Potong Luwu Utara. Selanjutnya, Ketut melakukan peninjauan di sekitar UPTD dan berharap nantinya sapi yang akan diterima dapat berkembang secara cepat, sehingga UPTD dapat menjadi contoh bagi UPTD sapi potong lain.

Melihat kondisi di sekitar UPTD yang jalannya berbukit-bukit, Ketut meminta agar dibuatkan embung untuk penyediaan air. Selain itu juga disarankan agar penerapan prinsip-prinsip animal welfare yang wajib diperhatikan. Tempat turun dan naiknya sapi pada area yang flat/datar, kandang isolasi untuk ternak yang sakit serta obat-obatan.

"Saya melihat Kabupaten Luwu Utara memiliki potensi pengembangan sapi dan potensi lahan pengembalaan, serta sumber daya manusia di bidang peternakan yang cukup bagus. Namun perlu adanya penataan lahan dan menambah rumput yang berkualitas untuk hijauan pakan ternak," papar Ketut.

Dia juga menyarankan Pemkab Luwu Utara dapat mendorong masyarakat dapat menanam rumput pakan hijauan seperti odot, rumput gajah, king grass, dan indigofera untuk menyongsong kedatangan sapi indukan Brahman Cross yang nantinya rumput tersebut dapat dijual ke UPTD. Sehingga masyarakat juga ikut dilibatkan dalam pengembangan sapi dan menambah penghasilan, sehingga pada gilirannya kesejahteraan peternak meningkat. [wah]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya