Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Lagi, Warga Dan Sopir Angkot Desak Hak Interpelasi Untuk Anies-Sandi

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 | 13:57 WIB | LAPORAN:

Ratusan warga yang tergabung dalam Komunitas Bangsa Bersatu (KBB) mendesak DPRD DKI Jakarta untuk segera menandatangani penggunaan hak interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Wakilnya, Sandiaga Salahuddin Uno.

Desakan itu mereka sampaikan dalam unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin siang (19/2).

Ketua Umum KBB, Silvia D Soembarto menegaskan bahwa hak interpelasi sudah layak digunakan oleh anggota dewan karena Anies-Sandi disinyalir sudah melanggar beberapa peraturan dalam pengambilan kebijakannya. Salah satunya terkait dpenutupan ruas Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


"DPRD harus segera menandatangani hak Interpelasi dan segera diproses," tegas Silvia di lokasi.

Anies-Sandi dinilai sudah melanggar peraturan yang berlaku yakni UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan menjadikan Jalan Jati Baru Raya sebagai lahan bagi pedagang kaki lima (PKL) untuk berdagang.

Hadir dalam unjuk rasa tersebut beberapa sopir angkot yang biasa beroperasi di kawasan Pasar Tanah Abang. Para sopir angkot mengaku pendapatan mereka berkurang hingga 50 persen semenjak kebijakan penutupan jalan diberlakukan.

"Pemprov DKI Jakarta harus membuka Jalan Jatibaru kembali sesuai fungsinya," tegas Silvia.

Selama ini kata dia, Anies-Sandi seakan menutup mata dengan tuntutan warga dan para sopir angkot yang sudah dua kali berdemo di depan kantor Gubernur DKI, Balai Kota.

"Dua kali demo di depan Balai Kota dicuekin, hari ini kami minta DPRD DKI memakai hak interpelasinya untuk menegur Anies-Sandi," tukasnya.

Perwakilan warga Jalan Jati Baru Raya, Andri menuturkan, kebijakan penutupan jalan Jati Baru untuk PKL telah membuat Pasar Tanah Abang kembali semrawut. Tidak setertib pada era gubernur Joko Widodo.

"Kami minta ditertibkan bukan dibuat semrawut, kembalikan fungsi jalan, karena kawasan Tanah Abang pernah tertib di era Jokowi," lantang Andri.[wid]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya