Berita

Gubernur Irwandi Yusuf dan Asisten II Pemerintahan Aceh Taqwallah, turun dari pesawat Aero Shark/net

Nusantara

Pesawat Gubernur Irwandi Sempat Dua Kali Mati Mesin

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018 | 03:54 WIB | LAPORAN:

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, melakukan pendaratan darurat ketika mengemudikan pesawat usai kunjungan kerja dari Calang, Kabupaten Aceh Jaya.

Gubernur Irwandi mengendalikan Pesawat Aero Shark pada Sabtu (17/2). Ia sempat dikabarkan mengalami kecelakaan namun kabar itu segera mendapat bantahan.

Dari kronologi yang juga diterima redaksi, Gubernur hampir mengalami kecelakaan setelah kembali dari Calang meninjau Proyek Jembatan Nasional Krueng Teunom.


Tiba di kawasan Leupung, pesawatnya mengalami mati mesin. Kemudian Irwandi, yang membawa Asisten II Pemerintahan Aceh, Taqwallah, berencana melakukan Emergency Landing atau pendaratan darurat. Namun, sesaat kemudian mesin pesawat kembali menyala dan Gubernur melanjutkan penerbangan dengan rencana mendarat di Landasan Udara Blang Bintang, Aceh Besar.

Setiba di kawasan Ujong Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mesin kembali mengalami gangguan. Gubernur Irwandi lansung membuat keputusan pendaratan di Pesisir Laut Ujung Pancu.

Karena tekanan saat pesawat mendarat di dalam pasir, ban pesawat pun tenggelam dalam pasir. Sehingga badan pesawat miring ke kanan dan mengalami patah pada sayap sebelah kanan akibat benturan dengan pasir pantai.

Gubernur Irwandi tidak mengalami luka, dan langsung bisa beristirahat di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, untuk beristirahat usai kunjungan kerja.

"Sehubungan dengan informasi bahwa pesawat jatuh itu sama sekali tidak benar. Dan demikian juga informasi sayap pesawat patah di udara juga keliru," demikian pesan dari Micheal Cohort, yang diketahui sebagai teknisi pesawat Gubernur Irwandi. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya