Setelah Resmi Menjadi Calon Kepala Daerah Dalam Pilkada Jawa Tengah para kandidat mulai melakukan sosialisasi.
Calon Gubernur Jateng Sudirman Said memilih mengunjungi Klenteng Tay Kak Sie untuk bersilaturahim dan menyapa warga yang sedang merayakan Imlek.
Kunjungan tersebut dilakukan Sudirman setelah melaksanakan sholat Jumat dan berdialog dengan pengurus Masjid Kauman.
Kehadiran Sudirman di Klenteng Tay Kak Sie disambut Ketua Yayasan Tay Kak Sie, Tanto Hermawan dan warga yang sedang menonton perlombaan Barongsai di depan Klenteng.
Mantan Menteri ESDM ini mendapat kesempatan untuk berkeliling ke sejumlah altar Dewa.
Sudirman mengatakan kunjungannya untuk silaturahmi termasuk mengucapkan tahun baru Imlek 2569 ke warga Tionghoa.
"Bukan kampanye, tapi silaturahmi, saudara kita kan merayakan tahun baru Imlek. Saya dijelaskan soal makna dan sejarahnya," ungkap Sudirman seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLJateng, Jumat (16/2).
Kepada umat yang datang Sudirman mengucapkan selamat tahun baru Imlek. Ia juga diberi kesempatan menyalakan lilin di altar.
"Terimakasih saya diberi kesempatan menyalakan lilin yang menyimbolkan kedamaian rumah dan rezeki yang banyak," ujarnya.
Berbeda dengan Sudirman, Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo blusukan ke pesisir Kabupaten Rembang untuk berdialog santai dengan ratusan nelayan.
Dalam kunjungannya Ganjar mendapat keluhan dari nelayan Rembang, seperti persoalan penegakan hukum terkait penggunaan alat tangkap jaring trawl atau sotok yang merusak lingkungan.
Belakangan penggunaan sotok marak digunakan oknum nelayan, padahal alat tangkap ini sudah dilarang sejak 1980 silam.
Mendengar keluhan nelayan, Ganjar mengaku bakal meneruskan keresahan nelayan kepada aparat hukum. Ganjar juga mengakui bahwa larangan penggunaan sotok sudah ada dalam peraturan daerah.
"Nanti kita teruskan ke aparat. Kan biar fair juga tata cara pengambilan ikan itu bagaimana, ada regulasi yang mengatur," ujarnya.
Selain mendengar aspirasi nelayan Ganjar juga memperkenalkan program yang akan dijalankannya jika terpilih kembali menjadi Gubernur. Menurutnya pendataan nelayan juga termasuk hal penting yang tidak boleh dilupakan.
"Nanti kira geser Kartu Tani menjadi Kartu Nelayan. Tujuannya untuk mengetahui pasti jumlah nelayan di Jawa Tengah," pungkas Ganjar.
[nes]